Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-MemoriamSelamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Ratusan Guru Honorer non Dapodik di Kota Reyog Menuntut Pengakuan
News

Ratusan Guru Honorer non Dapodik di Kota Reyog Menuntut Pengakuan

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama27 Mei 20263 menit baca📍 Ponorogo
Ratusan Guru Honorer non Dapodik di Kota Reyog Menuntut Pengakuan - Budayantara TV

Ponorogo – Budayantara.tv Ratusan guru honorer non Dapodik di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (26/5) pagi menggelar aksi di depan Kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.

Mengenakan seragam atasan putih dan bawahan hitam mereka menuntut keberadaannya diakui Pemkab Ponorogo. Mereka menuntut Pemkab segera membuka akses dan memasukkan keberadaan guru honorer non Dapodik ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang sudah tertutup sejak tahun 2020.

Mahmud Danuri, Ketua Forum Guru Honorer Non Dapodik Ponorogo, mengatakan, aksi ini ditujukan untuk menuntut pengakuan dan kejelasan status mereka sebagai bagian penting dari tenaga pendidik di Indonesia.

Dalam aksi yang dimulai dari depan kantor DPRD Ponorogo tersebut, para guru membawa poster berisi tuntutan dan aspirasi. Salah poster bertuliskan, “Kami Guru Honorer Kabupaten Butuh Kepastian.”

Setelah berorasi di depan kantor DPRD para pendidik ini dengan longmarch melanjutkan aksinya di depan kompleks kantor Pemkab.

Mereka duduk lesehan di atas aspal, di bawah terik matahari. Mereka ingin menyampaikan aspirasinya kepada Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita. Tapi Plt Bupati perempuan pertama di kabupaten yang terkenal dengan kesenian reyognya itu berhalangan untuk menemui.

Mereka ditemani Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto.

Mahmud menjelaskan, jumlah guru honorer non Dapodik di Ponorogo mencapai 1.000 orang lebih.  Para guru ingin mendapatkan akses masuk ke dalam sistem Dapodik, yang menjadi acuan utama berbagai program dan kebijakan pendidikan dari pemerintah pusat.

“Semua program dari pusat itu acuannya lewat Dapodik. Kuncinya ada di daerah. Kami hanya ingin bisa masuk Dapodik, tidak ada tuntutan lain,” ungkap Mahmud. 

Dia juga menekankan bahwa penutupan akses pendataan Dapodik sejak tahun 2020 di Ponorogo menjadi salah satu penghambat utama bagi para guru honorer untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hingga saat ini kesejahteraan guru honorer non Dapodik masih memprihatinkan. Sebagian menerima honor yang jauh dari kata layak, yaitu sekitar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per bulan, yang bersumber dari dana komite sekolah maupun BOS.

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto, menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi para guru honorer. 

“Kami akan kawal aspirasi ini dan membuka ruang diskusi bersama pemerintah daerah serta teman-teman guru honorer,” tandas Riyanto.

DPRD berkomitmen untuk memfasilitasi komunikasi antara legislatif, eksekutif, dan perwakilan guru honorer untuk mencari solusi terbaik bagi masalah tersebut.

Sementara itu Agung, guru honorer non Dapodik SMPN 1 Slahung, mengatakan, dengan masuk ke Dapodik harapannya hanya satu, yaitu keberadaannya sebagai guru diakui.

“Kami tidak menuntut insentif berlebih atau yang macam-macam. Kami ingin keberadaan kami diakui. Itu saja,” kata pria yang sudah dua tahun menjadi guru honorer ini.

Ditambahkan alumni Universitas Muhammadiyah Malang ini, keberadaan guru honorer statusnya rawan. Pasalnya, bila sewaktu-waktu masuk guru baru dengan status PNS atau PPPK, maka keberadaan guru honorer akan kegeser.

Saat ini di SMPN 1 Slahung terdapat 8 guru honorer non Dapodik dari 24 jumlah guru. Bahkan ada SMPN lain yang jumlah guru honorer non Dapodik mencapai 15 orang.(*)

Guru Honorer ponorogo
📍 Ponorogo
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga - Budayantara TV
News

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga

25 September 20264 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Barengan bikin Jumat Berkah di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber