Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Randhi Haryaningtyastomo S.Si: Seni Budaya Banyumas sebagai Panggilan Jiwa
News Program

Randhi Haryaningtyastomo S.Si: Seni Budaya Banyumas sebagai Panggilan Jiwa

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama10 November 20252 menit baca
Randhi Haryaningtyastomo S.Si: Seni Budaya Banyumas sebagai Panggilan Jiwa - Budayantara TV

Jakarta, — Budayantara.tv Sosok Randhi Haryaningtyastomo S.Si bukanlah nama asing di kalangan pelaku seni budaya Banyumas. Pria yang akrab disapa Randhi ini dikenal sebagai pegiat seni yang konsisten menjaga dan mengembangkan budaya lokal Banyumasan melalui Sanggar Seni Panginyongan yang ia dirikan bersama keluarga dan rekan-rekan seniman.gelar yang menempel bukanlah sarjana seni namu sarjana sains dengan sambil tersenyum namun jam terbang berkesenian melupakan sekedar gelar akademik.

Dalam Obrolan Budaya yang diproduksi oleh Budayantara.tv pada Minggu (9/11/2025) di Sanggar Seni Panginyongan, Randhi berbagi perjalanan panjangnya di dunia seni. Acara yang dipandu oleh Masdjo Arifin itu menghadirkan suasana hangat, penuh refleksi dan semangat pelestarian budaya.

“Darah seni itu sudah mengalir di keluarga kami. Sejak kecil, saya tumbuh di lingkungan yang lekat dengan kesenian Banyumasan. Tari, musik tradisional, hingga seni peran menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Randhi.

Dari Sanggar Tari ke Sanggar Seni

Ketika ditanya mengapa memilih nama Sanggar Seni dan bukan Sanggar Tari,Randhi menjawab dengan penuh makna.
Menurutnya, Sanggar Seni Panginyongan bukan sekadar wadah tari, tetapi juga ruang kreatif lintas disiplin.

“Kami ingin membuka ruang tumbuh bagi seluruh bentuk ekspresi seni. Tidak hanya tari, tapi juga seni peran, musik tradisional, dan seni pertunjukan lainnya. Di sinilah kami belajar dan berproses bersama,” jelas Randhi.

Tantangan di Tengah Gemerlap Budaya.

Meski banyak prestasi dan dukungan, Randhi tidak menutup mata terhadap persoalan yang masih menghantui dunia seni lokal. Ia menyoroti fenomena pembajakan talenta seni budaya oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan proyek kebudayaan.

“Masih ada pihak yang melihat seniman hanya sebagai alat proyek, bukan pelaku budaya yang harus dihargai. Ini menjadi ganjalan yang harus kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Konten Lokal, Pasar Global

Melalui Sanggar Seni Panginyongan, Randhi menggagas konsep Konten Lokal, Pasar Global.sebuah visi besar agar seni budaya Banyumas tidak hanya dinikmati masyarakat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

“Kami ingin seni Banyumasan menjadi konsumsi global. Dengan digitalisasi dan kolaborasi kreatif, budaya kita bisa dikenal luas tanpa kehilangan jati diri,” tambahnya penuh semangat.

Obrolan budaya bersama Randhi menjadi pengingat bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan identitas dan panggilan jiwa. Dari Banyumas untuk Indonesia, semangat Panginyongan terus menari di antara irama zaman.

Randhi Haryaningtyastomo S.Si Sanggar Seni Paninyongan Banyumas
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber