Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Partisipatory Active Research (PAR) Bamboo Spirit Nusantara Support System: Peradaban Suruh Sirih
Budaya News

Partisipatory Active Research (PAR) Bamboo Spirit Nusantara Support System: Peradaban Suruh Sirih

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama25 Februari 20263 menit baca📍 Pasuruan
Partisipatory Active Research (PAR) Bamboo Spirit Nusantara Support System: Peradaban Suruh Sirih - Budayantara TV

Oleh: Guntur Bisowarno (Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih)

Pasuruan – Budayantara.tv Di lereng sejuk Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, lahir sebuah gerakan kebudayaan yang tidak sekadar mencipta kain, melainkan menenun kesadaran. Melalui pendekatan Participatory Active Research (PAR) dalam kerangka Bamboo Spirit Nusantara Support System, Batik Suruh Sirih dimaknai sebagai fondasi peradaban: peradaban rasa, laku, dan bakti.

Gerakan ini tumbuh bersama Satgas Mata Air Nusantara, berpadu dengan pengembangan terpadu teknologi Baru Kuno Modern (HORAIZO Klasik), khususnya melalui Teknik Grading—sebuah temuan terpadu yang dikukuhkan dalam kepakaran busana vokasional oleh Agus Hery Supadmi Irianti dari Universitas Negeri Malang pada 5 Februari 2026 sebagai Guru Besar FT dalam bidang Kependidikan dan Pembelajaran Vokasional Busana.

Namun sebelum teknik, sebelum teknologi, kita kembali pada akar: BATIK SURUH SIRIH SINGOSARI.

Suruh Sirih Singosari: Kitab yang Dilakoni

Kata “Singosari” bukan sekadar penanda tempat. Ia dimaknai sebagai Sarinya SIJI SONGO (19) sari dari sembilan belas lubang tubuh manusia. Sebuah pengingat bahwa manusia adalah pusat kesadaran yang utuh: lahir dan batin, raga dan jiwa, pikir dan rasa.

Di sinilah perbedaan mendasar antara Batik Singosari dan batik yang berada di Singosari.

BATIK SINGOSARI adalah Batik Kitab Bakti karya yang lahir dari laku, tirakat, dan keselarasan batin pembatiknya. Ia bukan sekadar industri, melainkan warisan ilmu turun-temurun dari garis kasepuhan Empu, termasuk Empu Eyang Tati (alm.), yang berpulang pada Desember 2025 di usia 92 tahun.

Batik, dalam pemahaman ini, adalah KITAB.
Ia harus dilakoni sebagai BAKTI.

Tanpa kejujuran, ketulusan, dan sinkronisasi antara pikiran, ucapan, dan tindakan, batik hanya menjadi kain bermotif. Namun dengan laku yang benar, ia menjadi cermin jati diri.

Filosofi Suruh Sirih: Temu Roso

Daun suruh (sirih) dalam tradisi Nusantara adalah simbol penyambung rasa. Dalam upacara adat, ia menjadi medium penghormatan, persaudaraan, dan penyatuan niat.

BATIK SURUH SIRIH dimaknai sebagai Batik Temu Roso pertemuan kesadaran antara pembatik, pemakai, dan semesta.

Di lingkungan Satgas Mata Air Nusantara, motif ini menjadi lambang keserentakan pikiran, ucapan, dan tindakan. Sebuah praktik Olah Roso Orep Sejati yang disaresehan-kan tanpa sekat guru dan murid. Semua belajar bersama, rendah hati, cerdas cermat, demi memahami keluhuran Budi Pekerti Leluhur Nusantara.

Motifnya bukan sekadar gambar.
Ia adalah kata yang tergambar.

Setiap garis adalah simbol.
Setiap lengkung adalah pesan.
Setiap titik adalah jeda perenungan.

HORAIZO Klasik dan Teknik Grading: Baru Kuno Modern

Dalam pengembangan vokasional busana, teknik grading menjadi jembatan antara tradisi dan teknologi. HORAIZO Klasik memadukan kearifan empu batik dengan pendekatan sistematis modern.

Teknik Grading bukan sekadar pengukuran ukuran busana, tetapi metafora pertumbuhan kesadaran: dari kecil menjadi besar, dari individu menjadi komunitas, dari motif menjadi peradaban.

Melalui PAR, masyarakat tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi subjek penciptaan. Mereka terlibat aktif dalam perencanaan, pembuatan, hingga pemaknaan batik berfilosofi. Inilah bentuk nyata Bamboo Spirit: lentur, kuat, berakar, dan menjulang.

Sandang sebagai Kesadaran

Dalam edisi kini kuno, kebutuhan manusia dikenal sebagai Papan Pangan Sandang. Namun dalam edisi Batik Berfilosofi, urutannya menjadi Sandang Pangan Papan.

Mengapa?

Karena sandang bukan lagi sekadar penutup tubuh. Ia adalah pernyataan identitas dan kesadaran. Batik Suruh Sirih mengajak pemakainya menemukan jati diri: cukup lahir dan batin, selaras pikir dan rasa.

Peradaban Suruh Sirih

Peradaban tidak dibangun hanya oleh beton dan baja. Ia dibangun oleh makna.

Batik Suruh Sirih adalah gerakan kembali ke makna itu. Sebuah ajakan untuk membaca batik sebagai kitab kehidupan, melakoni sebagai bakti, dan memakainya sebagai pengingat jati diri.

Dari Ngadirejo, Tutur, Pasuruan kita belajar bahwa selembar kain dapat menjadi jalan peradaban.

Peradaban Suruh Sirih:
Temu roso.
Temu laku.
Temu jati diri.
Purwosari, Pasuruan – 25 Februari 2026.

Batik Suruh Sirih Pasuruan
📍 Pasuruan
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber