Lewati ke konten
30 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Merayakan Legasi Sang ‘Burung Merak’ WS Rendra, Lewat Konser “Reaktulisasi Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta” di SoloGenap 61 Tahun, Evy Soviar Rayakan Ulang Tahun Penuh Kehangatan Bersama Keluarga dan SahabatPerkuat Jejaring Pegiat Turots, Gelar MubesTebar Kebaikan di Panti Asuhan Mizan Amanah di Klender Jaktim, PJBW & WCI Regbet Berbagi Nasi Boks – Sembako dan Beri Santunan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Merayakan Legasi Sang ‘Burung Merak’ WS Rendra, Lewat Konser “Reaktulisasi Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta” di Solo
News

Merayakan Legasi Sang ‘Burung Merak’ WS Rendra, Lewat Konser “Reaktulisasi Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta” di Solo

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama30 Agustus 20264 menit baca📍 Surakarta
Merayakan Legasi Sang ‘Burung Merak’ WS Rendra, Lewat Konser “Reaktulisasi Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta” di Solo - Budayantara TV
Oplus_131072

Surakarta – Budayantara.tv Di Solo, para murid, sahabat, dan komunitas teater lokal segera menghidupkan kembali disiplin latihan sang maestro teater Indonesia WS Rendra, dalam konser bertajuk “Reaktulisasi Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta.”

Pertunjukan musikalisasi puisi persembahan dari Yayasan Bengawan Solo Gong ini akan ditampilkan di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah, Jebres Surakarta, Senin 9 November 2026 mendatang.

Sejumlah seniman yang menyatakan siap mendukung dan akan tampil pada acara ini antara lain; Iwan Burnani Toni, Sawung Jabo, Setiawan Djody, Butet Kartaredjasa, Toto Tewel, Didi Nini Thowok, Dewo, Rere Grass Rock, dan Oppi Andresta.

Akan tampil juga Sri Krishna Encik, Ine Arini Bastaman, Sruti Respati, Fajar Satriadi, Eep Saefulloh Fatah, Sandrina Malakiano, Baruna, Gus Oong Fathorrohman, Herman Aga, dan seniman lainnya.

“Bengkel Teater Yogyakarta dan Bengkel Teater Rendra bukan sekadar tempat latihan, melainkan rahim spiritual tempat puluhan seniman lintas generasi menempa jiwa, menyatukan ikatan batin, dan merawat api kreativitas yang tak pernah padam,” kata Iwan Burnani Toni, kepada humaniora.id, di Solo, Minggu (30/08/2026).

Dua Fase Besar Bengkel Teater

Secara historis, kata Iwan Burnani, perjalanan kelompok teater ini melewat dua fase besar, yaitu periode Bengkel Teater Yogyakarta (1967–1978), masa ketika bengkel teater lahir, bertumbuh secara organik, dan melahirkan karya-karya monumental.

Selanjutnya periode Jakarta, mulai akhir (1978 -1985), masa ketika Rendra hijrah dan memboyong kegiatan seninya ke Jakarta lalu mendirikan kompleks Bengkel Teater Rendra di Cipayung, Depok, pada tahun 1985.

“Perbedaan utama antara Bengkel Teater Yogyakarta dan Bengkel Teater Rendra terletak pada lokasi, fase sejarah, dan konteks pendiriannya, meskipun keduanya didirikan oleh tokoh yang sama, yaitu W.S. Rendra,” ungkap Iwan Burnani.

Menurut Iwan, di bawah naungan sang ‘Burung Merak’ puluhan seniman tumbuh bersama dalam ikatan batin yang sakral. Mengubah Bengkel Teater menjadi episentrum cipta karya yang menggetarkan panggung budaya Indonesia.

“Lebih dari sebuah komunitas. Bengkel Teater adalah rumah ideologis bagi puluhan seniman yang hingga saat ini dipersatukan oleh ketajaman rasa, rasa persaudaraan yang erat, dan kesetiaan pada garis estetika WS Rendra,” ungkap inisiator pertunjukan ini.

Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta

Mengolah daya hidup, terang Iwan Burnani, adalah metode latihan keaktoran dan filosofi dasar yang diajarkan oleh sang maestro teater Indonesia, WS Rendra, di Bengkel Teater.

Sebagai penyair dan dramawan legendaris yang lahir di Solo, prinsip “daya hidup” diposisikan oleh Rendra sebagai fondasi utama manusia sebelum mengolah daya-daya lainnya, seperti daya cipta, seni, filsafat, maupun ilmu pengetahuan.

Ketika prinsip ini dibawa “kembali ke Solo” dalam sebuah pergelaran — ke kota kelahiran sekaligus tempat Rendra menghabiskan masa kecil hingga masa tua menjelang wafatnya, ia seolah mewujud kembali dalam ingatan kolektif, tentang ruang latihan berkesenian.

“Solo memiliki arti penting dalam perjalanan spiritual dan kreatif mas Willy (WS. Rendra), selain dia lahir di kota ini. Menghidupkan Kembali ingatan ini di Solo merupakan sebuah laku kebudayaan,” ujar Iwan, yang akan bertindak sebagai Show Derector dalam pertunjukan ini.

Jejak Sejarah dan Proses Kreatif Sang Maestro WS Rendra

Eddie Karsito, Humas dan Publikasi Pergelaran “Reaktulisasi Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta” ini mengatakan, pertunjukan musik dan puisi ini akan dikemas secara apik dan artistik.

Menyuguhkan sebuah narasi mendalam yang merujuk pada rekam jejak sejarah serta proses kreatif sang maestro WS Rendra.

“Merayakan legasi sang ‘Burung Merak’. Pertunjukan musik dan puisi ini hadir mengajak kita menyelami kembali lembaran sejarah dan ruang rahasia proses kreatif mas Willy (WS. Rendra),” tutur Eddie Karsito.

Para murid Rendra, terang Eddie Karsito, sering mengadakan pergelaran untuk mengenang semangat hidupnya.

Selain menjadi refleksi kebudayaan, pertunjukan ini kata Eddie, sekaligus menjadi momentum peringatan 91 tahun WS Rendra yang jatuh pada 7 November 1935 – 2026.

Satu Dasawarsa Kesaksian Rendra

10 tahun lalu, empat komunitas pelaku seni yang terafiliasi dengan Bengkel Teater Rendra, yaitu, Natural Indonesia, Teater Baling-Baling, Adiza Production, dan Sanggar Humaniora, pernah menggelar Musikalisasi Puisi Karya WS Rendra, bertajuk “Kesaksian Rendra” (7 Tahun Mengenang Seniman Besar Indonesia), di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Selasa 9 Agustus 2016.

Melibatkan puluhan seniman, budayawan, aktor, aktris, pejabat, birokrat, dan tokoh masyarakat, yang sebagian adalah murid dan sahabat Rendra. Diantaranya, Deddy Mizwar, Butet Kartaredjasa, Jockie Surjoprajogo, Sawung Jabo, Sutardji Calzoum Bachri, Putu Wijaya, Happy Salma, Ine Febrianti, Anto Baret, Toto Tewel, Jose Rizal Manua, Dorman Borisman, Bambang Oeban dan para seniman lainnya.

“Pergelaran ini hadir sebentuk refleksi sekaligus untaian doa bagi mereka yang dulu pernah menghidupkan panggung, namun kini telah berpulang ke haribaan keabadian—di antaranya WS. Rendra, Ken Zuraida, Jockie Surjoprajogo, Mbah Surip, Otig Pakis, Dorman Borisman, Diding Boneng, dan seniman lainnya,” ujar Eddie Karsito./*

W.S Rendra
📍 Surakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Perkuat Jejaring Pegiat Turots, Gelar Mubes - Budayantara TV
News

Perkuat Jejaring Pegiat Turots, Gelar Mubes

29 Agustus 20262 menit baca

Jombang, – Budayantara.tv Sedikitnya 170 pegiat turots berkumpul di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Sabtu (29/8). Mereka…

Tebar Kebaikan di Panti Asuhan Mizan Amanah di Klender Jaktim, PJBW & WCI Regbet Berbagi Nasi Boks – Sembako dan Beri Santunan - Budayantara TV
News

Tebar Kebaikan di Panti Asuhan Mizan Amanah di Klender Jaktim, PJBW & WCI Regbet Berbagi Nasi Boks – Sembako dan Beri Santunan

28 Agustus 20263 menit baca

Jakarta, – Budayantara.tv Langkah kolaborasi kegiatan Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) semakin luas. Setelah bersama Badan Pertanahan Nasional…

LPJ PBNU 2021–2026 Disahkan Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf kepada Nahdliyin - Budayantara TV
News

LPJ PBNU 2021–2026 Disahkan Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf kepada Nahdliyin

28 Agustus 20263 menit baca

Jombang, — Budayantara.tv Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021–2026 resmi disahkan secara aklamasi…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber