Lewati ke konten
2 November 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Menekraf Teuku Riefky Dorong Desa Kreatif Jadi Motor Ekonomi Baru, AI dan Budaya Lokal Jadi AndalanDi Balik Gurihnya Kremesan: Menjaga Kekuatan Merek dari Ketangguhan Sang Legenda, Hj. SuhartiJurnalistik Jadi Kebutuhan Penting Pemuda Kalai Anim untuk Menyuarakan Aspirasi KampungKaka Slank Pimpin Ratusan Riders Jelajahi Banyuwangi, HS Berani Kita Beda Tour Hadirkan Pesan Perdamaian
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Menekraf Teuku Riefky Dorong Desa Kreatif Jadi Motor Ekonomi Baru, AI dan Budaya Lokal Jadi Andalan
News

Menekraf Teuku Riefky Dorong Desa Kreatif Jadi Motor Ekonomi Baru, AI dan Budaya Lokal Jadi Andalan

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama2 November 20262 menit baca
Menekraf Teuku Riefky Dorong Desa Kreatif Jadi Motor Ekonomi Baru, AI dan Budaya Lokal Jadi Andalan - Budayantara TV

Wonosobo,— Budayantara.tv Desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif baru. Kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Kreatif Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Riefky melihat secara langsung perkembangan potensi ekonomi kreatif masyarakat setempat. Ia mendorong agar kekayaan budaya dan kearifan lokal tidak hanya dipertahankan sebagai warisan tradisi, tetapi juga dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, desa memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kreativitas, inovasi, serta kemampuan masyarakat mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Sejumlah kegiatan digelar dalam kunjungan tersebut. Mulai dari diskusi pengembangan desa kreatif berbasis komunitas hingga pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Pelatihan AI menjadi salah satu langkah memperkenalkan teknologi kepada pelaku ekonomi kreatif desa. Melalui pemanfaatan teknologi, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta menjangkau konsumen yang lebih luas.

Tidak hanya berbicara tentang teknologi dan bisnis, kunjungan Menekraf juga diwarnai pertunjukan seni yang memadukan tarian dengan musik tradisional bundengan, kesenian khas Wonosobo.

Pertunjukan tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan industri kreatif. Seni budaya tidak sekadar menjadi identitas masyarakat, tetapi juga memiliki peluang untuk dikemas menjadi daya tarik ekonomi dan pariwisata.

Riefky menilai pengembangan ekonomi kreatif di desa perlu bertumpu pada kekuatan yang telah dimiliki masyarakat. Budaya, sejarah, dan kreativitas lokal merupakan modal penting yang dapat memberikan nilai tambah apabila dipadukan dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Tantangan berikutnya adalah memperkuat kapasitas sumber daya manusia, terutama agar pelaku usaha mampu membaca perubahan pasar dan memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan bisnis.

Pengembangan desa kreatif dengan demikian tidak cukup berhenti pada penyelenggaraan kegiatan seni atau pelatihan sesaat. Diperlukan pendampingan, jejaring pemasaran, peningkatan kualitas produk, serta kolaborasi berbagai pihak agar potensi lokal dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan.

Dari Desa Kadipaten, Wonosobo, muncul satu pesan penting: masa depan ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar. Desa dengan kekayaan tradisi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi juga memiliki peluang menjadi kekuatan baru ekonomi nasional.***

WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Jurnalistik Jadi Kebutuhan Penting Pemuda Kalai Anim untuk Menyuarakan Aspirasi Kampung - Budayantara TV
News

Jurnalistik Jadi Kebutuhan Penting Pemuda Kalai Anim untuk Menyuarakan Aspirasi Kampung

1 November 20263 menit baca

Merauke — Budayantara.tv Penguasaan jurnalistik dinilai penting bagi pemuda Kalai Anim di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, agar persoalan…

AKBP Netty Rosdiana Siagian: Ketika Pengabdian, Integritas, dan Suara Hati Nurani Menjadi Pilihan - Budayantara TV
News Tokoh

AKBP Netty Rosdiana Siagian: Ketika Pengabdian, Integritas, dan Suara Hati Nurani Menjadi Pilihan

1 November 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Tidak semua perjalanan pengabdian berakhir dengan mempertahankan jabatan. Ada kalanya seseorang harus mengambil keputusan besar,…

Denny JA dan Mahwi Airtawar Ulasan Buku Rumah itu Bernama Indonesia - Budayantara TV
News

Denny JA dan Mahwi Airtawar Ulasan Buku Rumah itu Bernama Indonesia

1 November 20263 menit baca

Jakarta, – Budayantara.tv Denny JA Foundation menggelar Menikmati Puisi Esai di Taman Kota di Paviliun Merah, Taman Bendera…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber