Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja
News

Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama5 Juni 20263 menit baca📍 Jakarta
Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja - Budayantara TV

Jakarta –  Budayantara.tv Indonesia tengah memasuki fase penting bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi ini sering disebut sebagai peluang besar Indonesia Emas 2045. Namun, bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan tanpa kesiapan sumber daya manusia yang unggul.

Pengusaha muda dan praktisi konstruksi, Malvin Pradipta Irianto , menilai keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya, terutama dalam membangun kapasitas, karakter, dan keberanian menciptakan nilai.

“ Bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan ketika generasi mudanya memiliki kapasitas, karakter, dan keberanian untuk menciptakan nilai. Jika tidak, bonus demografi justru dapat berubah menjadi beban sosial akibat tingginya angka kemiskinan, rendahnya produktivitas, dan minimalnya daya saing, ” ujar Malvin.

Sebagai pelaku di sektor jasa konstruksi yang aktif bekerja bersama banyak anak muda, Malvin melihat adanya dua kenyataan yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, generasi muda Indonesia memiliki kreativitas tinggi, cepat beradaptasi dengan teknologi, dan berani mencoba hal baru. Namun di sisi lain, masih terdapat tantangan berupa pola pikir instan, minimalnya keberanian mengambil risiko, serta kecenderungan mencari kenyamanan dibandingkan membangun kompetensi.

Kondisi tersebut, menurutnya, menyebabkan paradoks di dunia kerja. Banyak kesulitan perusahaan memperoleh tenaga kerja yang kompeten, sementara banyak anak muda juga masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Di tengah era digital, Malvin menekankan bahwa peluang bagi generasi muda sebenarnya semakin terbuka luas. Anak muda tidak lagi harus mendapat kesempatan, melainkan dapat menciptakan peluang melalui menunggu kewirausahaan, teknologi, ekonomi kreatif, hingga berbagai profesi baru yang lahir dari perkembangan zaman.

“ Hari ini anak muda bisa menciptakan peluang sendiri melalui bisnis, teknologi, ekonomi kreatif, maupun inovasi baru. Mereka tidak harus hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga bisa menjadi pencipta solusi dan pembuka lapangan kerja, ” katanya.

Malvin menyoroti tiga karakter utama yang perlu dibangun oleh generasi muda Indonesia. Pertama, karakter pembelajar , yakni kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perubahan dunia yang cepat. Kedua, karakter pekerja keras , karena kesuksesan dibangun melalui disiplin dan konsistensi, bukan motivasi sesaat. Ketiga, karakter pencipta nilai , yaitu mengubah pola pikir dari sekadar mencari keuntungan pribadi menjadi berorientasi pada kontribusi dan solusi bagi masyarakat.

“ Generasi muda perlu mengubah pertanyaan dari ‘apa yang bisa saya dapatkan?’ menjadi ‘apa yang bisa saya berikan?’. Ketika seseorang mampu memberikan solusi bagi banyak orang, nilai ekonomi akan mengikuti, ” ungkapnya.

Dalam mengemukakan, tantangan terbesar Indonesia bukan terletak pada keterbatasan sumber daya alam, melainkan pada kebutuhan menghadirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing.

Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi seluruh pihak, mulai dari dunia pendidikan, dunia usaha, pemerintah, hingga para pemimpin muda, untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan bakat dan kewirausahaan.

“ Indonesia tidak kekurangan anak muda yang cerdas. Yang kita butuhkan adalah lebih banyak anak muda yang berani berkarya, berani memimpin, dan berani mengambil tanggung jawab untuk masa depan Indonesia, ” tegas Malvin.

Menutup berisik, Malvin menekankan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya melalui visi besar atau slogan semata, melainkan melalui kerja nyata jutaan anak muda Indonesia.

“ Masa depan Indonesia bukan sesuatu yang kita tunggu. Masa depan Indonesia adalah sesuatu yang kita bangun, mulai hari ini, ” tutupnya.

Malvin Pradipta Irianto
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber