Madura — Budayantara.tv Gelaran MEC 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Pulau Garam. Tidak sekadar menghadirkan rangkaian kegiatan budaya dan kebersamaan, ajang tersebut juga menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan serta memperkuat rasa bangga terhadap identitas budaya Madura.
Di hadapan para tamu dan peserta yang hadir, Haji Her menegaskan bahwa keberhasilan MEC 2026 memiliki arti besar bagi masyarakat Madura. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada khalayak yang lebih luas.
Haji Her kemudian menutup sambutannya dengan mengalunkan salam persaudaraan khas Madura. Seruan tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan dari para hadirin.
«“Tan taretan Madura, salam settong dara dari Madura.”»
Ungkapan yang bermakna “saudara-saudara Madura, salam satu darah dari Madura” itu menjadi penutup yang penuh makna. Seruan tersebut sekaligus menggambarkan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.
MEC 2026 pun tidak hanya meninggalkan kesan sebagai sebuah kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi simbol perjumpaan dan pemersatu budaya bangsa. Semangat kebersamaan yang terpancar dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam menjaga serta melestarikan budaya Nusantara.**




