Home / News / Mas Pirngadie: Maestro Sunyi dari Bumi Perwira yang Mendunia

Mas Pirngadie: Maestro Sunyi dari Bumi Perwira yang Mendunia

Jakarta,- Budayantara.tv Di negerinya sendiri, namanya tak selalu disebut dengan lantang. Namun di dunia seni rupa dan etnografi, karya-karyanya menjadi rujukan penting lintas generasi. Dialah Mas Pirngadie maestro seni lukis, ilustrator, sekaligus etnograf ulung kelahiran Bumi Perwira, Purbalingga.

Lahir pada tahun 1878 di Desa Pakirangan (kini Pekiringan), Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga, Mas Pirngadie tumbuh jauh dari gemerlap pusat seni Hindia Belanda. Namun dari desa sederhana itulah lahir seorang seniman besar yang kelak diakui di tingkat nasional bahkan internasional. Ia bahkan kerap disebut sebagai penerus jejak pelukis legendaris Raden Saleh.

Bakat yang Terasah oleh Ketekunan

Sejak muda, bakat seni Mas Pirngadie sudah tampak. Ia tak hanya melukis, tetapi juga membuat desain batik dan ilustrasi yang kemudian dikumpulkannya dalam sebuah album. Album inilah yang membuka jalan takdirnya.

Sekitar tahun 1900, ia bertemu dengan Freiherr Otto Carl von Juncker Bigatto, pelukis berkebangsaan Jerman. Von Juncker Bigatto melihat bakat besar dalam diri Pirngadie dan mulai mengenalkannya pada teknik melukis menggunakan cat. Sentuhan pendidikan formal ini menjadi titik balik perjalanan seninya.

Bakatnya berkembang sangat cepat. Baru setahun menekuni seni lukis cat air, pada Agustus 1901 ia sudah berani mengirimkan karya-karyanya ke pameran seni. Sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang pemuda dari pelosok Purbalingga pada masa itu.

Album batik karyanya juga menarik perhatian J.E. Jasper, seorang ambtenaar pemerintahan Hindia Belanda di Jombang yang dikenal sebagai ahli seni dan budaya. Jasper begitu terkesan pada detail, ketelitian, dan keindahan ilustrasi Pirngadie.

Mengabadikan Nusantara Lewat Goresan Kuas

Pertemuan dengan J.E. Jasper membawa Pirngadie ke panggung yang lebih luas. Ia diajak bekerja di Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (kini cikal bakal Museum Nasional dan lembaga arkeologi). Di sana, keduanya berkolaborasi menggali informasi serta merekonstruksi reruntuhan bangunan dan monumen bersejarah.

Ketika pemerintah kolonial Belanda menugaskan Jasper untuk mengumpulkan dokumentasi lengkap tentang seni kerajinan tangan di seluruh Hindia Belanda, Mas Pirngadie dipercaya menjadi ilustrator utama. Dari tahun 1904 hingga 1913, selama sembilan tahun penuh, mereka berkeliling nusantara.

Anyaman, tenun, batik, seni logam, hingga ragam kriya dari berbagai daerah didokumentasikan secara detail. Pirngadie tidak sekadar menggambar; ia merekam identitas budaya. Setiap ilustrasi dibuat dengan ketelitian etnografis yang tinggi, menjadikan karyanya bukan hanya indah, tetapi juga bernilai ilmiah.

Hasil perjalanan panjang itu dibukukan dalam lima jilid karya monumental berjudul De Inlandsche Kunstnijverheid in Nederlands Indie (Seni dan Kerajinan Tangan di Hindia Belanda), diterbitkan di ’s-Gravenhage. Buku ini menjadi referensi penting tentang seni dan kerajinan Nusantara pada masanya.

“Lukisan Wajah Suku Bangsa” yang Melegenda

Salah satu karya paling monumental Mas Pirngadie adalah 78 lukisan wajah suku-suku bangsa di seluruh Nusantara. Lukisan-lukisan tersebut mengelilingi sebuah peta besar yang menggambarkan wilayah Republik Indonesia saat ini.

Karya yang dikenal sebagai “Lukisan Wajah Suku Bangsa” itu kini terpajang di Ruang Etnografi Museum Nasional. Ia menjadi saksi visual tentang keberagaman Indonesia jauh sebelum konsep persatuan dalam kebhinekaan digaungkan secara resmi.

Melalui goresan kuasnya, Pirngadie tidak hanya melukis wajah, tetapi juga martabat dan identitas bangsa.

Maestro yang Terlalu Sunyi di Negeri Sendiri

Ironisnya, meski dunia mengakui kualitas dan kontribusinya, nama Mas Pirngadie tidak setenar tokoh-tokoh seni lainnya di tanah air. Ia seperti maestro yang bekerja dalam kesunyian mengabdikan hidupnya untuk seni, dokumentasi budaya, dan ilmu pengetahuan.

Namun dari Purbalingga, dari Bumi Perwira, sejarah mencatat bahwa pernah lahir seorang pelukis besar yang karya-karyanya menjembatani seni dan etnografi, estetika dan dokumentasi, keindahan dan pengetahuan.

Mas Pirngadie bukan sekadar pelukis. Ia adalah penjaga memori visual Nusantara maestro yang seharusnya lebih dikenal di negerinya sendiri.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *