Jakarta, – Budayantara.tv Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI), Gus Syaifuddin, mengecam keras dugaan serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran yang disebut terjadi di penghujung Februari 2026, bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
“Kami mengutuk keras serangan Israel dan Amerika ke Iran di bulan suci Ramadan ini. Kami juga menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dedikasi beliau dalam memimpin Revolusi Islam selama hampir empat dekade akan selalu dikenang. Semoga perjuangan beliau dilanjutkan dan beliau mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT,” ujar Gus Syaifuddin dalam pernyataan resminya, Sabtu (1/3/2026).
Fakta yang Beredar per 1 Maret 2026
Berdasarkan laporan sejumlah media pemerintah Iran dan sumber internasional yang beredar hingga 1 Maret 2026, berikut sejumlah informasi yang dihimpun Ali Khamenei dilaporkan wafat pada 28 Februari 2026.Kematian disebut terjadi akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kompleks kantornya di Teheran.
Lahir pada 19 April 1939, Ali Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, hingga tahun 2026.
Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Situasi politik di dalam negeri dilaporkan mengalami guncangan besar, dengan peningkatan pengamanan di berbagai kota utama.
Ali Khamenei dikenal sebagai figur sentral dalam sistem politik Republik Islam Iran. Selama hampir empat dekade kepemimpinannya, ia memegang otoritas tertinggi dalam urusan negara, militer, dan kebijakan luar negeri Iran. Kepemimpinannya menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling lama berkuasa di kawasan Timur Tengah.
Gus Syaifuddin menegaskan bahwa konflik bersenjata, terlebih di bulan Ramadan, hanya akan memperdalam luka kemanusiaan dan memperpanjang ketegangan global.
“Ramadan adalah bulan kedamaian dan pengendalian diri. Tindakan kekerasan di momentum suci ini mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal,” tegasnya.
Ia juga mengajak umat Islam di Indonesia untuk menyikapi situasi ini dengan doa, ketenangan, serta tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara resmi.
Perkembangan situasi di Iran dan respons internasional masih terus berlangsung. Sejumlah pengamat memprediksi dinamika politik dan keamanan kawasan Timur Tengah akan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa pekan ke depan, menyusul kabar wafatnya pemimpin tertinggi Iran tersebut.




