Jakarta,- Budayantara.tv Depok tidak hanya dikenal sebagai kota penyangga ibu kota, tetapi juga menyimpan lapisan sejarah sosial yang unik. Di balik perkembangan kota modernnya, masih hidup komunitas tua yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Depok.
Salah satu jejak sejarah tersebut adalah keberadaan Komunitas Depok, yang terdiri dari dua belas marga keturunan Belanda. Komunitas ini telah lama menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat Depok dan mencerminkan perjalanan sejarah kota sejak masa kolonial hingga sekarang.
Selain warisan komunitas tersebut, Depok juga memiliki tradisi budaya yang masih bertahan, yaitu perayaan Lebaran Depok. Tradisi tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi masyarakat, tetapi juga dipandang sebagai simbol kebersamaan lintas sejarah dan budaya yang berkembang di kota tersebut. Pemerintah Kota Depok bahkan berharap tradisi ini dapat berkembang menjadi agenda budaya tingkat nasional.
Dalam upaya memperkuat identitas budaya kota, pemerintah juga memaparkan rencana pembangunan museum budaya Depok. Museum ini dirancang sebagai pusat pembelajaran sejarah sekaligus ruang edukasi interaktif bagi masyarakat. Nantinya, museum akan memuat berbagai komponen sejarah Depok, mulai dari masa awal terbentuknya komunitas lokal hingga perkembangan kota menjadi wilayah urban seperti saat ini.
Diskusi mengenai pelestarian kawasan Depok Lama turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Anissa Rengganis, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah seperti Kepala BAPPERIDA Depok Dadang Wihana, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Eko Herwiyanto, pengamat sejarah Depok Lama Boy Loen, serta Ketua YLCC Revelino Jerincho Isakh.
Melalui kolaborasi ini, pelestarian kawasan Depok Lama diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga memperkuat identitas budaya kota. Ke depan, kawasan ini diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan yang terbuka bagi masyarakat luas.




