Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Budayantara Digital Network : Membangun Generasi Digital Berkarakter di Era Kecerdasan Buatan (Ai)
Artikel Kebangsaan News

Budayantara Digital Network : Membangun Generasi Digital Berkarakter di Era Kecerdasan Buatan (Ai)

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama2 Mei 20262 menit baca📍 Masdjo Arifin - Founder Budayantara Digital Network Jakarta
Budayantara Digital Network : Membangun Generasi Digital Berkarakter di Era Kecerdasan Buatan (Ai) - Budayantara TV

Oleh : Masdjo Arifin – Founder Budayantara Digital Network

Jakarta – Budayantara.tv Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum refleksi mendalam tentang arah masa depan bangsa. Bagi Budayantara Digital Network, Hardiknas menghadirkan makna yang lebih luas: sebuah panggilan untuk membangun generasi digital yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat dalam karakter dan kepemimpinan.

Melalui divisi Budayantara Lab Digital, komitmen tersebut diwujudkan dalam program BeproKids sebuah inisiatif yang berfokus pada pendidikan anak untuk melahirkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan era digital. Program ini tidak hanya menanamkan keterampilan teknologi, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan berjiwa pemimpin.

Di tengah percepatan zaman, penting untuk diingat bahwa pendidikan bukanlah proses instan. Ia adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan keberanian dalam menghadapi ketidakpastian. Terlebih di era kecerdasan buatan (AI), di mana perubahan terjadi begitu cepat, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang adaptif dan unggul.

Namun, di balik semangat membangun generasi masa depan, ada satu hal krusial yang kerap luput dari perhatian: kesejahteraan pendidik. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi arsitek peradaban. Kualitas pendidikan tidak akan pernah melampaui kualitas gurunya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kesejahteraan guru menjadi prioritas utama. Pemerintah perlu menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan hidup yang layak bagi pendidik adalah syarat mutlak untuk melahirkan tenaga pendidik yang profesional, berdedikasi, dan mampu mencetak generasi unggul.

Tantangan lain yang tidak bisa diabaikan adalah kehadiran kecerdasan buatan. Teknologi ini telah mampu mengambil alih berbagai tugas administratif dan bahkan sebagian aktivitas akademik. Namun, pendidikan sejatinya bukan hanya tentang transfer pengetahuan atau penilaian tugas. Lebih dari itu, pendidikan adalah proses membentuk manusia seutuhnya.

Di sinilah peran guru menjadi tak tergantikan. Guru adalah mentor emosional, pembimbing karakter, sekaligus sumber inspirasi bagi peserta didik. Mereka hadir tidak hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk memahami, mendampingi, dan menguatkan siswa dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Jika kecerdasan buatan terlalu mendominasi dunia pendidikan, ada risiko hilangnya hubungan humanis antara guru dan siswa. Padahal, esensi pendidikan justru terletak pada interaksi tersebut pada empati, keteladanan, dan sentuhan kemanusiaan yang tidak bisa direplikasi oleh teknologi secanggih apa pun.

Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan pendidikan harus berjalan seimbang: memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Budayantara Digital Network melalui Budayantara Lab Digital dan program BeproKids menunjukkan bahwa transformasi pendidikan dapat dilakukan tanpa mengorbankan esensi tersebut.

Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang menciptakan generasi yang pintar, tetapi juga generasi yang bijaksana, berempati, dan mampu memimpin dunia dengan hati.

Budayantara Lab Digital Hardiknas 2026
📍 Masdjo Arifin - Founder Budayantara Digital Network Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan - Budayantara TV
Artikel

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan

27 September 20263 menit baca

​Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina DPW SWI DKI Jakarta Jakarta – Budayantara.tv SAAT mendengar berita sel mewah di…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber