Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Budaya Tempe Didorong Jadi Warisan Dunia, Fadli Zon: Lebih dari Sekadar Kuliner
Lifestyle News

Budaya Tempe Didorong Jadi Warisan Dunia, Fadli Zon: Lebih dari Sekadar Kuliner

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama22 Desember 20252 menit baca📍 Jakarta
Budaya Tempe Didorong Jadi Warisan Dunia, Fadli Zon: Lebih dari Sekadar Kuliner - Budayantara TV

Jakarta — Budayantara.tv Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa tempe bukan sekadar makanan sehari-hari, melainkan bagian penting dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang harus terus dilestarikan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Festival Budaya Tempe di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

“Tempe sebagai kuliner memang pangan yang disukai mayoritas rakyat Indonesia. Namun, di balik itu juga ada tradisi dan pengetahuan, khususnya terkait proses fermentasi,” ujar Fadli.

Menurut catatan Kementerian Kebudayaan, produksi dan usaha tempe melibatkan sekitar 170 ribu komunitas dengan lebih dari 1,5 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa tempe tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berperan besar dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Fadli menekankan bahwa pangan lokal seperti tempe tidak dapat dipisahkan dari ekspresi budaya. “Dalam objek pemajuan kebudayaan, pangan lokal termasuk di dalamnya. Ada ekspresi budaya yang melekat dan tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen pelestarian, Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan Festival Budaya Tempe sekaligus mengawal proses pengajuan budaya tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO. Pemerintah menargetkan penetapan tersebut dapat diperoleh pada akhir 2026.

“Mudah-mudahan budaya tempe yang sudah kita ajukan sejak awal tahun lalu bisa mendapatkan pengakuan dunia,” ujar Fadli optimistis.

Namun demikian, tantangan masih membayangi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor kedelai Indonesia pada 2024 mencapai 2,67 juta ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan tempe, terutama terkait ketahanan pangan dan keberlanjutan.

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah Tjahjani Dwirini Retnoastuti, menegaskan bahwa jika budaya tempe ditetapkan sebagai warisan dunia, pemanfaatannya harus diperkuat secara lintas sektor.

“Tidak hanya kebudayaan, tetapi juga pertanian dan perdagangan, sehingga tempe bisa berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi budaya,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya inovasi, termasuk pemanfaatan kacang-kacangan lokal sebagai bahan baku alternatif tempe.

Pandangan serupa disampaikan pakar teknologi pangan sekaligus mantan Duta Besar Indonesia untuk UNESCO, Aman Wirakartakusumah. Ia menilai peluang budaya tempe untuk diinskripsi sebagai warisan dunia cukup terbuka, mengingat tempe merupakan pangan sehat dengan protein nabati berkualitas tinggi yang sejalan dengan tren global.

Aman menambahkan bahwa tempe tidak harus selalu berbahan kedelai. “Secara prinsip, fermentasi tempe dapat dilakukan dengan berbagai jenis kacang-kacangan,” katanya.

Festival Budaya Tempe yang mengusung tema “Budaya Tempe: Warisan Hidup dari Indonesia untuk Dunia” ini menghadirkan eksibisi budaya tempe, pameran produk berbahan tempe, serta dukungan publik terhadap pengajuan budaya tempe ke UNESCO.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan Fun Run 3K dan Fun Run 10K sebagai upaya mengaitkan pelestarian budaya tempe dengan gaya hidup sehat, sekaligus memperkenalkan tempe sebagai pangan masa depan Indonesia untuk dunia.**

Budaya Tempe Fadli Zon warisan budaya
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber