BeproKids dan Budayantara Lab Digital, Soroti Masa Depan Pendidikan Digital dalam Kunjungan DPR RI di Parung
Parung, — Budayantara.tv Kunjungan Daerah Pemilihan Anggota DPR RI periode 2024–2029 yang dihadiri oleh Achmad Ru’yat dari Komisi IX Fraksi PKS menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menyerap aspirasi terkait transformasi digital di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di SMPIT–SMAIT Insan Mandiri Parung.Jumat (10/4/2026). dihadiri oleh Karim Santoso, selaku Presiden Direktur Sekolah Insan Mandiri. Namun, sorotan utama justru tertuju pada sosok muda inspiratif, Deni Yohansyah, yang tampil menyampaikan gagasan visioner terkait masa depan pendidikan nasional.

Sebagai perwakilan dari BeproKids dan Budayantara Lab Digital, Deni Yohansyah menyampaikan aspirasi strategis kepada Komisi IX DPR RI mengenai pentingnya membangun ekosistem pendidikan berbasis digital sejak dini. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Indonesia perlu segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal di era global.
“Generasi muda Indonesia harus dipersiapkan bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai pencipta dan inovator digital,” ujar Deni dengan penuh semangat di hadapan para peserta.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku industri digital dalam menciptakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Menurutnya, pendekatan pembelajaran harus lebih adaptif, kreatif, dan berbasis praktik agar mampu melahirkan talenta digital unggul.
Kehadiran Deni Yohansyah dalam forum ini memberikan warna tersendiri, sekaligus menjadi bukti bahwa suara generasi muda memiliki peran penting dalam membentuk arah kebijakan pendidikan nasional. Aspirasi yang disampaikannya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi DPR RI, khususnya Komisi IX, dalam merumuskan kebijakan yang lebih progresif.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat, tetapi juga membuka ruang dialog konstruktif demi kemajuan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan berorientasi masa depan.


