Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Inilah Teknologi Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik
Artikel Budaya

Inilah Teknologi Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama25 Mei 20264 menit baca
Inilah Teknologi Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik - Budayantara TV

Oleh : Guntur Bisowarsono Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System

Pasuruan – Budayantara.tv Di tengah dunia yang semakin sibuk mengejar kecerdasan buatan, mesin otomatis, dan kehidupan serba digital, manusia justru diam-diam kehilangan satu hal paling dasar: hubungan dengan dirinya sendiri. Peradaban modern bergerak cepat, tetapi batin manusia sering tertinggal jauh di belakang.

Di titik inilah gagasan HORAIZO Klasik muncul sebagai jembatan. Bukan sekadar konsep spiritual, bukan pula sekadar filsafat Jawa, melainkan sebuah cara membaca hidup yang menyatukan tubuh, rasa, jiwa, waktu, dan peradaban dalam satu tarikan napas.

Tanggal Minggu Legi, 24 Mei 2026 dibaca bukan hanya sebagai penanggalan biasa, tetapi sebagai momentum “kembali ke asal” sebuah titik pertemuan antara manusia, semesta, dan kesadaran.

Angka yang Tidak Sekadar Angka

Dalam pembacaan Jawanologi dan simbolik spiritual, angka bukan hanya hitungan matematis. Ia adalah bahasa semesta.

5 + 5 = 10 — SepuhLoh

Minggu bernilai 5, Legi bernilai 5. Ketika disatukan menjadi 10, lahirlah simbol SepuhLoh: kematangan, keseimbangan, dan kesempurnaan luar-dalam.

Ini bukan tentang tua secara usia, tetapi tentang “sepuh” secara batin. Manusia yang sudah mulai memahami arah hidupnya, tidak lagi hanya mengejar dunia luar, tetapi juga menata dunia dalam.

24 CaLisTung dan Detak Kehidupan

Angka 24 mengingatkan pada 24 jam dalam satu hari. Namun dalam tafsir HORAIZO Klasik, 24 adalah simbol CaLisTung: membaca, menulis, dan menghitung kehidupan.

Kodok dijadikan simbol karena ia hidup di dua alam: air dan darat. Seperti manusia yang hidup di dua dimensi — nyata dan batin.

Waktu tidak lagi dipahami sebagai garis lurus, melainkan seperti detak jantung: berdenyut, berulang, hidup.

75 → 12 → 3

Penjumlahan 24 + 5 + 20 + 26 menghasilkan 75.
7 + 5 menjadi 12.
Dan 1 + 2 menjadi 3.

Angka 12 dimaknai sebagai Rolas Ronge Las gua garba, ruang kelahiran, tempat awal kehidupan dimulai. Sedangkan angka 3 menjadi simbol gerak kehidupan: lahir, tumbuh, mewujud.

Artinya, setiap manusia sebenarnya selalu berada dalam proses dilahirkan kembali oleh kesadarannya sendiri.

21 Abad HORAIZO Klasik

Jumlah keseluruhan digit tanggal menghasilkan 21. Ini dibaca sebagai simbol abad baru kesadaran manusia.

21 adalah DwiTunggal: perpaduan tes putih dari Bopo dan tes abang dari Biyang. Tubuh manusia dipandang sebagai miniatur jagad raya sembilan lubang tubuh, empat bilik jantung, dua tangan, dua kaki semuanya menyimpan peta kosmis kehidupan.

I Ching 24: Kembali ke Awal Dalam I Ching, Hexagram 24 dikenal sebagai Fu Return, kembali.

Kembali bukan berarti mundur, melainkan pulang pada kemurnian awal sebelum manusia dipenuhi kebisingan dunia.

Jika 22 Mei adalah momentum “bercermin diri”, maka 24 Mei adalah momentum “menyambungkan diri kembali”. Dari refleksi menuju hubungan. Dari kesadaran menuju gerak hidup baru.

Nogo Rojo Mojo: Teknologi Tubuh, Rasa, dan Sukma

Istilah Nogo Rojo Mojo bukan sekadar rangkaian kata mistis. Ia adalah struktur manusia menurut pembacaan HORAIZO Klasik.

Nogo Ono Rogo

Raga yang ada. Tubuh sebagai wadah kehidupan.

Tubuh bukan tujuan akhir, melainkan kendaraan bagi jiwa. Karena sejatinya hidup tidak berhenti pada fisik. Dalam falsafah Jawa dikenal ungkapan:

Orep Tan Kena Pati
Hidup sejati tidak tersentuh kematian.

Tubuh menjadi ruang tempat manusia belajar mengenali dirinya sendiri.

Rojo Roso Joyo

Rasa yang hidup. Kemenangan batin.

Sumber kebahagiaan sejati tidak datang dari materi, jabatan, atau pengakuan dunia, tetapi dari roso rasa hidup yang damai dan utuh.

Di dada manusia terdapat pusat kesadaran yang tidak bisa digantikan mesin apa pun: jantung.

Bukan sekadar organ biologis, melainkan pusat getaran kehidupan.

Mojo Sukmo Joyo

Sukma yang memahami arah.

Di sinilah manusia tidak hanya hidup, tetapi juga mengerti makna hidupnya. Sukma memberi cahaya untuk membaca tindakan, memahami akibat, dan membangun perilaku yang berbudi luhur.

Dalam konsep ini, kecerdasan bukan hanya soal otak, melainkan kesadaran penuh atas tingkah laku.

HORAIZO Klasik: Jembatan Sains dan Spiritual

Peradaban modern sering memisahkan ilmu pengetahuan dan spiritualitas. Padahal keduanya lahir dari pertanyaan yang sama: tentang kehidupan.

HORAIZO Klasik mencoba menyambungkan kembali keduanya.

Ia menghadirkan spiritualitas yang logis,
sains yang manusiawi,
dan teknologi yang tetap memiliki hati.

Dalam pandangan ini dunia nyata dan ghoib tidak dipertentangkan,logika dan rasa berjalan bersama,manusia bukan pelengkap mesin,tetapi pusat peradaban itu sendiri.

Jantung manusia menjadi simbol utama. Bukan kepala, bukan algoritma, melainkan detak kehidupan yang terus menghidupkan makna.

Angka 55 dan Dimensi Baru Kesadaran
55 adalah dua kali lima. Dua kali SepuhLoh.

Ia melambangkan kelimpahan kesadaran multidimensi multidisipliner,multifungsi,dan multikesadaran.

Bukan sekadar cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara rasa, kuat secara jiwa, dan sadar terhadap kehidupan.
Inilah yang disebut teknologi batin.
Teknologi yang tidak memisahkan manusia dari dirinya sendiri.

Return dan Connection

24 Mei 2026 dalam pembacaan HORAIZO Klasik bukan hanya tanggal. Ia adalah simbol return dan connection.

Kembali ke asal.
Menyambungkan kembali tubuh, rasa, dan sukma.
Nogo Rojo Mojo menjadi pengingat bahwa manusia sejati bukan hanya makhluk biologis, tetapi juga makhluk kesadaran.

Dan mungkin, di tengah dunia yang semakin modern, justru kebijaksanaan kuno itulah teknologi paling baru yang sedang dicari manusia hari ini.
Inilah Baru Kuno Modern.
Inilah HORAIZO Klasik.

HORAIZO Klasik
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar? - Budayantara TV
Artikel

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?

27 September 20263 menit baca

Saat Budaya dan Framing Media Menjadi Ruang Analisis Kasus Macklemore dan Ed Sheeran Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo)…

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan - Budayantara TV
Artikel

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan

27 September 20263 menit baca

​Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina DPW SWI DKI Jakarta Jakarta – Budayantara.tv SAAT mendengar berita sel mewah di…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber