Front Pemuda Pasundan Dukung Penuh Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Provinsi Pasundan

Front Pemuda Pasundan Dukung Penuh Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Provinsi Pasundan

Bandung — Budayantara.tv Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan kembali menguat. Kali ini, dukungan tegas datang dari organisasi kepemudaan Front Pemuda Pasundan (FPP) yang menyatakan siap mengawal penuh proses perubahan tersebut sebagai bagian dari upaya mengembalikan identitas historis dan budaya masyarakat Sunda.

Dukungan itu muncul menyusul adanya sinyal positif dari Menteri Kebudayaan terkait wacana pergantian nama provinsi yang dinilai memiliki nilai historis dan filosofis kuat bagi masyarakat Tatar Sunda.

Salah satu Ketua Front Pemuda Pasundan, , menegaskan bahwa perubahan nama bukan hanya persoalan administratif semata, melainkan langkah strategis dalam memperkuat jati diri bangsa dan menjaga keberlangsungan budaya Sunda di tengah arus modernisasi.

“Kami akan mengawal dan mendukung penuh perubahan nama provinsi ini. Nama ‘Jawa Barat’ pada dasarnya merupakan warisan bentukan zaman kolonial Belanda. Jika terus dibiarkan, hal ini berpotensi mengikis bahkan menghilangkan jati diri asli masyarakat Sunda. Nama Provinsi Pasundan harus hadir sebagai bagian dari kebhinekaan Indonesia,” ujar Zein dalam keterangannya, Senin (18/5).

Kekhawatiran Erosi Budaya di Wilayah Perbatasan

Dukungan serupa juga disampaikan yang menilai perubahan nama provinsi menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan budaya Sunda, khususnya di wilayah perbatasan seperti Depok, Bekasi, dan Bogor.

Menurutnya, gejala pergeseran budaya kini mulai terlihat nyata di kalangan generasi muda. Banyak anak muda yang dinilai semakin jauh dari akar budaya leluhurnya, mulai dari minimnya kemampuan membaca aksara Sunda hingga berkurangnya penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi kalangan pecinta adat dan budaya kesundaan. Jika dibiarkan tanpa intervensi regulasi dan simbolis yang kuat, kebudayaan kita lambat laun akan terkikis habis,” tegas Ridwan Rafly.

Ia menambahkan, perubahan nama menjadi “Pasundan” bukan sekadar simbol, tetapi dapat menjadi pengingat kolektif bagi masyarakat untuk kembali menjaga nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan para leluhur.

Momentum Kebangkitan Budaya Sunda

Front Pemuda Pasundan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah daerah untuk bersatu dan membangun visi bersama demi merealisasikan perubahan nama provinsi tersebut.

Bagi FPP, nama “Pasundan” dinilai lebih merepresentasikan identitas budaya masyarakat Sunda dibandingkan nomenklatur “Jawa Barat” yang selama ini digunakan sejak era kolonial.

Perubahan nama itu diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya Sunda sekaligus benteng dalam menjaga adat istiadat, bahasa, serta nilai luhur masyarakat agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dengan dukungan berbagai pihak yang terus mengalir, wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik dan memunculkan diskusi luas mengenai identitas budaya, sejarah, dan masa depan kebhinekaan Indonesia.

About Author

Budayantara TV

Budayantara TV adalah platform media digital yang berdedikasi untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Kami hadir sebagai jembatan antara nilai-nilai luhur budaya tradisional dengan dinamika kehidupan modern.🎭 Visi Kami: Menjadi etalase budaya Indonesia yang terpercaya, menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa.📰 Fokus Liputan: • Seni & Budaya Nusantara • Event & Festival Budaya • Kuliner Tradisional Indonesia • Tokoh & Maestro Budaya • Pelestarian Warisan Leluhur • Inovasi Budaya Kontemporer✨ Komitmen Kami: Menyajikan konten berkualitas, informatif, dan inspiratif tentang kekayaan budaya Indonesia untuk audiens lokal dan global.📧 Kontak: Email: admin@budayantara.tv Website: https://budayantara.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *