Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Resonansi Kebangsaan dari Wahid Hasyim: 1.800 Gus Satukan Tekad, Pesantren Kian Solid Jaga NKRI
Budaya Event News

Resonansi Kebangsaan dari Wahid Hasyim: 1.800 Gus Satukan Tekad, Pesantren Kian Solid Jaga NKRI

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama20 April 20263 menit baca📍 Yogyakarta
Resonansi Kebangsaan dari Wahid Hasyim: 1.800 Gus Satukan Tekad, Pesantren Kian Solid Jaga NKRI - Budayantara TV

Yogyakarta – Budayantara.tv Pondok Pesantren Wahid Hasyim Sleman kembali menjadi saksi peristiwa penting yang menggema hingga ke seluruh penjuru negeri. Gelaran Halal Bihalal Asparagus Nasional XVI sukses menghadirkan sekitar 1.800 gus, lora, dan ajengan dalam satu ruang silaturahmi yang hangat namun sarat makna strategis bagi masa depan pesantren Indonesia.Berlangung di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Sleman Yogyakarta.Rabu (15/4/ 2026).

Pertemuan ini bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, tetapi menjelma menjadi forum konsolidasi kultural dan intelektual para pewaris sanad keilmuan Nusantara. Dalam suasana tanpa sekat, tanpa panggung kehormatan, seluruh peserta duduk setara menegaskan nilai egalitarian khas pesantren yang jarang ditemukan di forum besar lainnya.

Kesuksesan acara ini tak lepas dari kepemimpinan kolektif panitia. Gus Munir (Misbahul Munir) dari Pare sebagai ketua panitia bersama Gus Fahmi dari Mlangi Sleman sebagai sekretaris, berhasil meramu pertemuan berskala nasional ini dengan manajemen yang rapi dan suasana yang tetap cair. Ribuan peserta pun dapat berinteraksi dengan nyaman, membangun jejaring, sekaligus memperkuat ikatan emosional antar pesantren.

Kehadiran tokoh-tokoh nasional turut menegaskan bobot strategis forum ini. Ketua Umum Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta Zulkifli Hasan, memberikan sinyal kuat bahwa peran generasi muda pesantren semakin diperhitungkan dalam lanskap kebangsaan.

Dalam sambutannya, Gus Munir menegaskan bahwa ASPARAGUS hadir sebagai ruang pemersatu. “Ini adalah wadah lintas afiliasi politik, organisasi, maupun latar belakang. Semua dilebur dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

Semangat itu dirangkum dalam tema besar: “Merawat Sanad, Mengikat Tekad, Pesantren Kuat.” Gagasan yang diinisiasi oleh Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) ini menjadi refleksi mendalam bahwa di tengah arus modernitas, menjaga kesinambungan keilmuan (sanad) adalah fondasi utama eksistensi pesantren.

Tak hanya berhenti pada wacana, forum ini juga melahirkan langkah konkret. Penyerahan buku saku “Ayo Mondok Ayo Sehat” kepada Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok menjadi simbol kepedulian terhadap kualitas hidup santri. Ini menandakan bahwa pesantren tidak hanya fokus pada aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan.

Sejumlah tokoh kharismatik turut hadir meramaikan forum ini, di antaranya Ahmad Muwafiq dari Yogyakarta, Abdul Wahab dari Jombang, Maksum Jauhari dari Langitan, serta Yusuf Chudori dari Magelang. Kehadiran mereka memperkaya diskursus sekaligus memperkuat legitimasi moral pertemuan ini.

ASPARAGUS sendiri singkatan dari Aspirasi Para Gus bukanlah organisasi formal. Ia bergerak sebagai jaringan informal berbasis silaturahmi, tanpa struktur kepemimpinan permanen. Sistem kepemimpinan ad hoc yang diterapkan justru menjadi kekuatan tersendiri dalam mendorong regenerasi cepat dan kesiapan kader dalam memimpin pesantren masing-masing.

Dengan sistem kerja berbasis korda wilayah, ASPARAGUS berfungsi sebagai penghubung lintas daerah, menjaga komunikasi, serta menjadi ruang berbagi pengalaman antar pesantren yang memiliki tantangan serupa namun karakteristik berbeda.

Di tengah dinamika sosial dan politik nasional, forum ini menegaskan satu hal: pesantren tetap menjadi benteng utama Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan bangsa. Energi kolektif yang lahir dari pertemuan ini menjadi bukti bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan.

Dengan mengusung motto “Menjalin Silaturrohim, Menjaga Tradisi”, ASPARAGUS tak hanya mempererat hubungan antar gus, tetapi juga meneguhkan kembali peran pesantren sebagai pilar moral, sosial, dan kebangsaan.

Dari Yogyakarta, gema itu menyebar: pesantren tidak hanya bertahan ia bangkit, bersatu, dan siap memimpin masa depan.**

Aspagus NU
📍 Yogyakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber