Lewati ke konten
28 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Pagelaran Wayang Kulit di Lereng Gunung Arjuno: Harmoni Tradisi, Spiritualitas, dan Peradaban Kuno-Modern
Artikel Budaya

Pagelaran Wayang Kulit di Lereng Gunung Arjuno: Harmoni Tradisi, Spiritualitas, dan Peradaban Kuno-Modern

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama17 April 20262 menit baca📍 Purwosari
Pagelaran Wayang Kulit di Lereng Gunung Arjuno: Harmoni Tradisi, Spiritualitas, dan Peradaban Kuno-Modern - Budayantara TV

Oleh : Guntur Bisowarno Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih.

Purwosari – Budayantara.tv Suasana sakral dan penuh makna menyelimuti Desa Sekar Mojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, saat pagelaran Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik digelar semalam suntuk, Rabu Pahing (15/4/2026) hingga Kamis Pon (16/4/2026). Pagelaran ini menjadi ejawantah nyata perpaduan budaya, spiritualitas, dan gagasan besar tentang peradaban yang berpusat di kawasan Gunung Arjuno.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian saresehan yang digagas oleh Guntur Bisowarno bersama komunitas Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari, serta kolaborasi dengan Ki Tohari. Momentum ini juga beririsan dengan deklarasi kawasan Gunung Arjuno sebagai Induk Peradaban Dunia sekaligus pengembangan konsep Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik.

Pagelaran semakin istimewa karena menghadirkan duet dalang lintas generasi, yakni Ki Sudarto Carito bersama dalang tunanetra Ki Triya Handoko. Keduanya membawakan lakon Wahyu Kamulyan Jati, yang sarat makna spiritual tentang turunnya kemuliaan sejati dalam kehidupan manusia.

Acara ini juga bertepatan dengan hajatan pernikahan dalang muda Ki Argo S. dan sinden Dahlia, yang secara simbolik selaras dengan filosofi lakon yang dipentaskan—tentang kemuliaan, keberkahan, dan perjalanan hidup.

Wayang Kulit Ringgit Purwo sendiri bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan cerminan utuh kehidupan manusia. Dalam setiap adegan, tersirat nilai filosofis mendalam mulai dari perjuangan antara kebaikan dan kejahatan, hingga konsep cakra manggilingan, yakni siklus kehidupan yang terus berputar.

Dalang dalam pertunjukan dimaknai sebagai pengatur kehidupan, sementara kelir (layar) melambangkan alam semesta, dan tokoh wayang merepresentasikan manusia dengan segala dinamika hidupnya. Tak heran jika seni ini telah diakui dunia melalui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda yang sarat nilai.

Lebih jauh, hasil riset yang dilakukan oleh tim Bamboo Spirit Nusantara bersama Sanggar Panuwunan mengungkap dimensi baru dalam pemaknaan “Ringgit”. Tidak hanya sebagai wayang atau alat tukar dalam bahasa Jawa kuno, tetapi juga sebagai simbol ilmu pengetahuan baik sains maupun spiritual yang berkaitan dengan asal-usul kehidupan manusia.

Temuan tersebut bahkan mengaitkan puncak Gunung Arjuno sebagai pusat energi dan literasi spiritual, yang diyakini menjadi bagian dari jejak peradaban kuno. Konsep ini kemudian melahirkan gagasan besar bahwa kawasan tersebut merupakan pusat peradaban Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik yang telah ada sejak awal penciptaan.

Pagelaran ini pun tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi tuntunan. Di tengah modernitas, wayang kembali ditegaskan sebagai media edukasi moral, spiritual, dan kultural yang relevan sepanjang zaman.

Dengan semangat pelestarian dan pengembangan budaya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi tidak hanya hidup, tetapi juga terus berkembangmenyatu dengan ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan visi besar peradaban masa depan.**

pagelaran Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik
📍 Purwosari
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi - Budayantara TV
Budaya News

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi

28 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, geliat menyambut momentum bersejarah itu mulai…

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar? - Budayantara TV
Artikel

Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?

27 September 20263 menit baca

Saat Budaya dan Framing Media Menjadi Ruang Analisis Kasus Macklemore dan Ed Sheeran Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo)…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber