Lewati ke konten
17 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
BETSLOW Gelar Jumat Berkah dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di PetukanganMenebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima ManfaatREPUBLIK STRESStaf Khusus Menteri Agama Terima Budayantara di Masjid Istiqlal, Dorong Diplomasi Budaya Indonesia–Palestina
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Sentimen Emosional Saat PSSI Timnas Melawan Malaysia: Pentingnya Harga Diri Bangsa di Lapangan Hijau
Artikel Budaya Kebangsaan News

Sentimen Emosional Saat PSSI Timnas Melawan Malaysia: Pentingnya Harga Diri Bangsa di Lapangan Hijau

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama15 April 20262 menit baca📍 Jakarta
Sentimen Emosional Saat PSSI Timnas Melawan Malaysia: Pentingnya Harga Diri Bangsa di Lapangan Hijau - Budayantara TV

Oleh: Masdjo Arifin (Founder Budayantara Network)

Jakarta – Budayantara.tv  Rivalitas klasik antara Timnas Indonesia dan Timnas Malaysia kembali memanas dalam ajang ASEAN U-17 Boys’ Championship 2026. Laga yang akan digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Kamis (16/4/2026) bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ini adalah panggung emosional yang sarat makna, di mana harga diri bangsa dipertaruhkan di lapangan hijau.

Sejak pertama kali bertemu pada 1957, duel Indonesia versus Malaysia telah menjadi simbol rivalitas paling intens di kawasan Asia Tenggara. Setiap pertemuan selalu dibungkus oleh tensi tinggi, bukan hanya karena kualitas permainan, tetapi juga karena beban sejarah yang menyertainya. Persaingan ini melampaui skor akhir ia menyentuh aspek psikologis, kultural, hingga nasionalisme kedua bangsa.

Di Indonesia, pertandingan melawan Malaysia kerap memantik gelombang emosi kolektif. Narasi nasionalisme dengan cepat menyebar, diperkuat oleh memori konflik budaya dan sengketa wilayah di masa lalu. Dalam konteks ini, sepak bola menjadi medium ekspresi identitas nasional yang paling nyata dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Semboyan yang kerap terdengar “Indonesia boleh kalah dari tim lain, tetapi tidak dengan Malaysia” menjadi refleksi dari bagaimana pertandingan ini dimaknai. Ia bukan sekadar slogan, melainkan representasi dari rasa harga diri bangsa yang dititipkan kepada sebelas pemain di lapangan. Beban tersebut menjadikan setiap sentuhan bola, setiap gol, bahkan setiap peluit wasit, terasa jauh lebih berarti.

Lebih dari itu, laga ini memiliki kekuatan unik dalam menyatukan bangsa. Di tengah beragam perbedaan sosial, politik, dan budaya, masyarakat Indonesia seolah menemukan satu suara ketika Timnas berlaga melawan Malaysia. Stadion dipenuhi lautan merah putih, dan jutaan pasang mata di seluruh penjuru negeri tertuju pada satu tujuan: kemenangan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya olahraga, melainkan juga ruang simbolik bagi artikulasi nasionalisme. Ia menjadi cermin bagaimana sebuah bangsa memandang dirinya sendiri dan bagaimana ia ingin dihormati oleh negara lain. Dalam konteks Indonesia vs Malaysia, pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bukan hanya siapa yang lebih unggul secara teknis, tetapi siapa yang lebih siap secara mental dan emosional.

Namun, penting untuk diingat bahwa nasionalisme yang sehat adalah nasionalisme yang menjunjung tinggi sportivitas. Rivalitas tidak boleh berubah menjadi permusuhan. Justru di sinilah letak kedewasaan sebuah bangsa: mampu bersaing dengan penuh semangat, tetapi tetap menghormati lawan.

Pertandingan di Gresik nanti akan kembali menjadi ujian, bukan hanya bagi para pemain muda di lapangan, tetapi juga bagi kita sebagai bangsa. Apakah kita mampu mengelola emosi, menjaga persatuan, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas?

Karena pada akhirnya, kemenangan sejati bukan hanya soal skor di papan pertandingan, melainkan tentang bagaimana kita menjaga martabat bangsa baik saat menang maupun saat kalah.

Timnas Indonesia
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

REPUBLIK STRES - Budayantara TV
Artikel

REPUBLIK STRES

15 Oktober 20262 menit baca

-Ketika 75 Persen Rakyat Kehilangan Ruang Bernapas Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina SWI Jaya (DPW SWI DKI Jakarta)…

FFI Hanya Jadi Barometer Atau Penggerak Sinema Nasional - Budayantara TV
Artikel Film

FFI Hanya Jadi Barometer Atau Penggerak Sinema Nasional

15 Oktober 20265 menit baca

Oleh : Karsono Hadi-Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia-(KFT Indonesia) KFT Dorong Festival Film Indonesia Memiliki Visi Jangka…

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial - Budayantara TV
Artikel

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial

12 Oktober 20262 menit baca

Oleh: Syahrudin AkbarWakil Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI JAYA) Jakarta — Budayantara.tv Di balik jalan yang bersih,…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber