Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Alkemia Kesadaran dalam Balutan Batik Singosari: Refleksi Filosofis dari Purwosari
Artikel Budaya News

Alkemia Kesadaran dalam Balutan Batik Singosari: Refleksi Filosofis dari Purwosari

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama12 April 20262 menit baca📍 Jawa Timur
Alkemia Kesadaran dalam Balutan Batik Singosari: Refleksi Filosofis dari Purwosari - Budayantara TV

Pasuruan, Jawa Timur — Budayantara.tv Sebuah gagasan mendalam tentang hubungan antara kesadaran manusia, budaya, dan spiritualitas mengemuka dari Purwosari, Pasuruan. Melalui narasi bertajuk “Alkemia Kesadaran: Komposisi Kebutuhan, Keinginan & Kewajiban Amanah Agung Batik Singosari Berfilosofi”, praktisi sastra dan budaya, Guntur Bisowarno, mengajak masyarakat untuk meninjau ulang makna kehidupan melalui pendekatan yang memadukan psikologi, biologi, dan nilai-nilai tradisi.Sabtu (12/4/2026).

Menurut Guntur, setiap peristiwa sosial sejatinya berakar dari dinamika psikologis individu maupun kolektif. Ia menyebut proses ini sebagai “alkemia kesadaran”—sebuah transformasi batin yang berlangsung dalam struktur biologis tubuh manusia dan termanifestasi dalam realitas fisik yang terukur.

“Peristiwa sosial bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan hasil resonansi batin yang berlapis—dari pikiran, emosi, hingga energi yang lebih halus,” ungkapnya dalam refleksi yang disampaikan pada Sabtu pagi.

Batik sebagai Media Transformasi Kesadaran

Dalam konteks ini, Amanah Agung Batik Singosari Berfilosofi tidak sekadar dipahami sebagai produk budaya. Ia dimaknai sebagai simbol perjalanan spiritual dan kesadaran manusia. Terinspirasi dari warisan Kerajaan Singosari, batik tersebut mengandung nilai historis sekaligus filosofi kehidupan yang mendalam.

Guntur menekankan bahwa proses membatik sendiri merupakan bentuk alkemia: transformasi dari bahan mentah menjadi karya bernilai tinggi yang sarat makna. Dalam setiap motif dan warna, tersimpan pesan tentang keseimbangan hidup antara kebutuhan, keinginan, dan kewajiban.

Menyelaraskan Diri dengan Kehidupan

Konsep utama yang diangkat adalah pentingnya kesadaran dalam menjalani hidup. Ia merumuskan beberapa prinsip kunci:

Menyeimbangkan kebutuhan material dan spiritual

Mengelola keinginan agar selaras dengan nilai luhur

Menjalankan kewajiban sebagai bentuk amanah kehidupan

Filosofi Jawa “Badan Tubuh Tunduk Marang Urip” menjadi inti refleksi bahwa manusia perlu menyelaraskan diri dengan alur kehidupan, menerima realitas (kasunyatan), dan menjalani proses transformasi dengan penuh kesadaran.

Resonansi Kesadaran dalam Kehidupan Sehari-hari

Lebih lanjut, Guntur menjelaskan bahwa resonansi kesadaran dapat dikenali melalui ketenangan batin, keselarasan antara pikiran dan tindakan, serta meningkatnya kepekaan terhadap intuisi. Dalam kondisi ini, manusia akan merasakan keterhubungan yang lebih dalam baik dengan dirinya sendiri, sesama, maupun alam semesta.

“Ketika seseorang sudah sampai pada tahap ‘ngerti’, ia tidak hanya memahami, tetapi juga menghidupi nilai tersebut dalam keseharian,” tambahnya.

Menjaga Warisan, Membangun Kesadaran

Poster bertema Amanah Agung Batik Singosari Berfilosofi yang menjadi bagian dari narasi ini juga menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Batik tidak hanya dilihat sebagai seni, tetapi juga sebagai medium pembelajaran nilai-nilai universal yang relevan lintas zaman.

Melalui refleksi ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menghidupkan makna yang terkandung di dalamnya. Sebuah ajakan untuk menjadikan kehidupan sebagai proses alkemia menuju kesadaran yang utuh dan harmonis.

(Penulis: Guntur Bisowarno, Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih)

Batik Singosari
📍 Jawa Timur
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan - Budayantara TV
Artikel

PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan

27 September 20263 menit baca

​Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina DPW SWI DKI Jakarta Jakarta – Budayantara.tv SAAT mendengar berita sel mewah di…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber