Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Bukan Sekadar Artefak: Saat Arca Shiva dan Prasasti Damalung Menemukan Jalan Pulang
Budaya News

Bukan Sekadar Artefak: Saat Arca Shiva dan Prasasti Damalung Menemukan Jalan Pulang

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama9 April 20262 menit baca📍 Jakarta
Bukan Sekadar Artefak: Saat Arca Shiva dan Prasasti Damalung Menemukan Jalan Pulang - Budayantara TV

Jakarta — Budayantara.tv Setelah ratusan tahun terpisah dari tanah kelahirannya, dua saksi bisu peradaban Nusantara akhirnya menempuh perjalanan pulang—bukan sekadar perpindahan benda, melainkan perjalanan makna.

Arca Shiva abad ke-13 dari Jawa Timur dan Prasasti Damalung abad ke-15 dari Jawa Tengah bukan hanya artefak kuno. Keduanya adalah “penyimpan ingatan” yang selama ini hidup dalam diam di ruang-ruang pamer Wereldmuseum Amsterdam dan Wereldmuseum Leiden. Kini, setelah kesepakatan resmi ditandatangani pada 31 Maret 2026 di Den Haag, perjalanan mereka memasuki babak baru.

Di balik seremoni diplomatik yang diwakili oleh Laurentius Amrih Jinangkung dan Youssef Louakili, tersimpan cerita yang lebih dalam: tentang bagaimana benda mati bisa menjadi simbol hidup bagi sebuah bangsa.

Bagi Fadli Zon, pemulangan ini adalah upaya “memulihkan memori kolektif.” Namun jika dilihat dari sudut pandang berbeda, ini juga bisa dibaca sebagai momen ketika sejarah tidak lagi hanya ditulis oleh yang membawa, tetapi juga oleh yang kehilangan.

Selama berada di Eropa, kedua benda tersebut dilihat, diteliti, dan dikagumi—tetapi dalam konteks yang terlepas dari akar sosial dan spiritualnya. Arca Shiva, yang dahulu mungkin menjadi pusat pemujaan, berubah menjadi objek estetika. Prasasti Damalung, yang dulunya menyimpan pesan kekuasaan dan kehidupan masyarakat, menjadi sekadar teks sejarah.

Kini, ketika keduanya kembali ke Indonesia dan akan ditempatkan di Museum Nasional Indonesia, pertanyaannya bukan hanya “apa yang kembali,” tetapi “apa yang berubah.”

Apakah masyarakat akan melihatnya sebagai artefak masa lalu, atau sebagai bagian dari identitas yang masih hidup?

Pemulangan ini juga membuka bab baru: bukan sekadar repatriasi, tetapi rekoneksi. Pemerintah Indonesia menyebut langkah ini sebagai pintu kolaborasi riset sebuah pengakuan bahwa sejarah tidak harus diperebutkan, melainkan bisa dipahami bersama.

Di tengah arus globalisasi, kisah dua benda ini mengingatkan bahwa warisan budaya bukan hanya tentang kepemilikan fisik, tetapi tentang hak untuk mengingat, menafsirkan, dan merasa memiliki.

Dan mungkin, untuk pertama kalinya setelah berabad-abad, Arca Shiva dan Prasasti Damalung tidak hanya “dipulangkan”mereka benar-benar “kembali.”**

Arca Shiva dan Prasasti Damalung
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber