Jakarta,- Budayantara.tv Memasuki usia ke-62 pada tahun 2026, KFT Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai pilar penting dalam industri perfilman nasional. Sebagai asosiasi profesi pekerja film dan televisi tertua di Indonesia, KFT tidak hanya menjadi wadah bagi para insan kreatif, tetapi juga garda depan dalam menjaga standar profesionalisme dan kualitas produksi di tanah air.
Sejak didirikan, KFT Indonesia konsisten mendukung perkembangan sineas melalui penetapan standar keahlian di berbagai bidang perfilman. Langkah ini memastikan bahwa setiap produksi baik film, televisi, maupun konten digital memenuhi standar teknis dan artistik yang tinggi. Peran ini menjadi semakin krusial di tengah pesatnya perubahan ekosistem industri.
Saat ini, industri film tengah mengalami transformasi besar yang dipicu oleh dua inovasi utama: kecerdasan buatan (AI) dan format vertikal. Kedua tren ini mengubah cara konten diproduksi sekaligus dikonsumsi oleh masyarakat, terutama generasi digital yang semakin mobile.
Ketua Umum KFT Indonesia, Indrayanto Kurniawan, menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci menghadapi perubahan ini. Menurutnya, pemanfaatan AI telah membuka peluang baru dalam berbagai tahap produksi film, mulai dari penulisan naskah, pengembangan visual, hingga proses pascaproduksi.dalam pernyataan.Kamis (19/3/2026).
“Teknologi AI memungkinkan sineas untuk mengeksplorasi kreativitas tanpa batas dan menciptakan pengalaman sinematik yang lebih imersif dan realistis,” ujarnya.
Selain itu, tren film dengan format vertikal juga semakin berkembang seiring dengan dominasi platform digital dan kebiasaan konsumsi konten melalui perangkat seluler. Hal ini menuntut para pekerja film untuk beradaptasi, baik dari sisi teknis maupun pendekatan storytelling.
Di usia yang ke-62 ini, harapan besar disematkan kepada KFT Indonesia agar terus menjadi “magnet” yang mampu menarik, membina, dan menggerakkan talenta-talenta terbaik bangsa. Dengan pengalaman panjang serta komitmen terhadap kualitas dan inovasi, KFT diyakini akan tetap menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan perfilman Indonesia di kancah global.
Momentum ini bukan hanya perayaan usia, tetapi juga penegasan arah masa depan bahwa perfilman Indonesia siap melangkah lebih jauh dengan teknologi, kreativitas, dan SDM yang unggul.**




