Jakarta – Budayantara.tv Suasana buka bersama (bukber) Ramadhan 1447 Hijriah di Pondok Budaya Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (12/3/2026).terasa berbeda dan penuh makna. Kunjungan perwakilan dari Gereja Salib Suci Paroki Cilincing menjadi potret nyata nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di tengah masyarakat.
Kehadiran rombongan gereja tersebut disambut hangat oleh para santri dan pengurus Pondok Budaya Rorotan. Momentum buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang berbagi hidangan, tetapi juga mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

Perwakilan gereja, Siska, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi lintas iman ini telah menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar berbuka puasa bersama, tetapi juga bentuk nyata menjaga kebersamaan dan persaudaraan.
“Budaya silaturahmi ini sudah berlangsung setiap tahun. Selain bukber, kami juga ingin terus menjaga kebersamaan serta merasakan langsung suasana berbuka bersama para santri dan pengurus pondok budaya,” ujar Siska.
Sementara itu, pendiri Pondok Budaya Rorotan, KH. Ahmad Mukhlis Fadlil, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran perwakilan gereja dalam kegiatan Ramadhan menjadi simbol kuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Kehadiran saudara-saudara dari Gereja Salib Suci Paroki Cilincing menambah nilai persatuan dan memperkuat semangat toleransi di antara kita,” ungkapnya.
Kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan terus menjadi tradisi yang mempererat hubungan antarumat beragama serta menjadi contoh nyata bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan keharmonisan di Indonesia.**




