Lewati ke konten
1 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031Merayakan Legasi Sang ‘Burung Merak’ WS Rendra, Lewat Konser “Reaktulisasi Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta” di SoloGenap 61 Tahun, Evy Soviar Rayakan Ulang Tahun Penuh Kehangatan Bersama Keluarga dan SahabatPerkuat Jejaring Pegiat Turots, Gelar Mubes
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Chairul Tanjung Serukan Tinggalkan Budaya Instan, Bangun Mental Entrepreneur demi Kemajuan Bangsa
News Tokoh

Chairul Tanjung Serukan Tinggalkan Budaya Instan, Bangun Mental Entrepreneur demi Kemajuan Bangsa

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama2 Maret 20263 menit baca📍 Tangerang
Chairul Tanjung Serukan Tinggalkan Budaya Instan, Bangun Mental Entrepreneur demi Kemajuan Bangsa - Budayantara TV

Tangerang – Budayantara.tv Fenomena “budaya instan” yang kian mengakar di tengah masyarakat Indonesia menjadi sorotan tajam pengusaha nasional, Chairul Tanjung. Dalam pandangannya, kebiasaan ingin serba cepat tanpa proses bukan hanya persoalan moral, tetapi ancaman serius bagi kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Chairul Tanjung yang akrab disapa CT saat mengisi sesi ke-5 Pengkajian Ramadan 1447 H  Jumat (27/2), di UMT.

Budaya Instan: Jalan Pintas Menuju Kemunduran

Dalam pemaparannya, CT mengingatkan bahwa budaya instan telah menjelma dalam berbagai bentuk perilaku sehari-hari.

“Jangan terjebak dalam budaya instan. Ingin cepat kaya, korupsi. Ingin cepat beres urusan, suap. Ingin nilai bagus, nyontek. Ingin cepat sampai, melanggar lalu lintas. Ingin jadi pengusaha, kok malah jadi penguasa,” tegasnya.

Menurutnya, pola pikir serba cepat tanpa proses adalah akar dari banyak persoalan bangsa. Mentalitas ini harus diubah secara bertahap dan kolektif.

“Tidak boleh semuanya kita ingin cepat-cepat. Satu per satu harus melalui tahapan, melalui anak tangga,” ujarnya.

Bagi CT, kesabaran dalam berproses bukanlah kelemahan, melainkan fondasi utama untuk membangun keberhasilan yang kokoh dan berkelanjutan.

Tantangan Pemimpin Umat: Hadir dan Memberdayakan

CT juga menekankan pentingnya peran strategis pemimpin umat dalam membentuk paradigma baru masyarakat. Ia menilai, di era persaingan global saat ini, bangsa Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan efisiensi dan produktivitas.

“Orang Jepang dulu sering membicarakan tentang efisiensi dan produktivitas untuk pengembangan teknologinya. Tapi di zaman sekarang, itu saja tidak cukup. Diperlukan inovasi, kreativitas, dan entrepreneurship,” tuturnya.

Ia menyoroti besarnya potensi Indonesia, khususnya dari sisi sumber daya manusia. Namun, potensi tersebut kerap terhambat oleh lemahnya persatuan dan sinergi.

“Sumber daya kita kuantitasnya besar. Tapi susah sekali untuk bersatu mencapai keunggulan bersama. Kalau kita tidak bersatu, bagaimana kita bisa maju?” katanya.

Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk memperkuat kolaborasi ekonomi. “Membangun usaha dari kita, oleh kita, untuk kita,” tambahnya penuh optimisme.

Entrepreneur, Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Lebih jauh, CT menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh jumlah dan kualitas entrepreneur. Ia menyebutkan bahwa sebuah negara idealnya memiliki minimal 4 persen penduduk yang berprofesi sebagai wirausaha agar dapat tumbuh secara optimal.

“Kalau negara ini ingin tumbuh 8 persen tanpa entrepreneur terlibat di dalamnya, itu tidak akan bisa tercapai. Pemerintah saja tidak cukup, karena porsi mereka kecil dalam mendongkrak ekonomi bangsa,” jelasnya.

Secara teori, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi domestik dan investasi. Dalam konteks tersebut, entrepreneur berperan sebagai penggerak investasi, pencipta lapangan kerja, sekaligus inovator yang menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.

Membangun Bangsa Lewat Mentalitas Tangguh

Pesan CT dalam forum Ramadan itu bukan sekadar kritik sosial, melainkan ajakan reflektif dan inspiratif. Ia mengingatkan bahwa membangun bangsa membutuhkan mentalitas tangguh, kesabaran dalam proses, serta keberanian berinovasi.

Meninggalkan budaya instan bukan berarti menolak kemajuan, tetapi memastikan bahwa setiap pencapaian diraih melalui integritas, kerja keras, dan kolaborasi.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, seruan untuk membangun mental entrepreneur menjadi relevan. Sebab, dari tangan para wirausahawan tangguh lahir inovasi, lapangan kerja, dan kemandirian ekonomi yang menjadi fondasi kemajuan bangsa.

Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia mampu maju, melainkan: sudahkah kita siap meninggalkan jalan pintas dan memilih jalan proses demi masa depan yang lebih kuat?**

Chairul Tanjung
📍 Tangerang
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031 - Budayantara TV
News

Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031

31 Agustus 20262 menit baca

Jombang — Budayantara.tv Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren…

Merayakan Legasi Sang ‘Burung Merak’ WS Rendra, Lewat Konser “Reaktulisasi Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta” di Solo - Budayantara TV
News

Merayakan Legasi Sang ‘Burung Merak’ WS Rendra, Lewat Konser “Reaktulisasi Mengolah Daya Hidup dan Daya Cipta” di Solo

30 Agustus 20264 menit baca

Surakarta – Budayantara.tv Di Solo, para murid, sahabat, dan komunitas teater lokal segera menghidupkan kembali disiplin latihan sang…

Perkuat Jejaring Pegiat Turots, Gelar Mubes - Budayantara TV
News

Perkuat Jejaring Pegiat Turots, Gelar Mubes

29 Agustus 20262 menit baca

Jombang, – Budayantara.tv Sedikitnya 170 pegiat turots berkumpul di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Sabtu (29/8). Mereka…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber