Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Porak Apem dan Spirit Megengan: Tradisi Rakyat Hidupkan Alun-Alun Ponorogo Sambut Ramadhan
Budaya Event News

Porak Apem dan Spirit Megengan: Tradisi Rakyat Hidupkan Alun-Alun Ponorogo Sambut Ramadhan

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama14 Februari 20262 menit baca
Porak Apem dan Spirit Megengan: Tradisi Rakyat Hidupkan Alun-Alun Ponorogo Sambut Ramadhan - Budayantara TV

Jakarta,- Budayantara.tv Langit sempat menurunkan hujan di atas Alun-Alun Ponorogo, Jumat petang (13/2/2026). Namun rintik itu tak kuasa membendung langkah warga yang berduyun-duyun datang untuk mengikuti porak apem, tradisi berebut apem dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 Hijriah. Di jantung Kota Reog, semangat megengan terasa begitu hangat lebih hangat dari uap apem yang tersusun rapi dalam gunungan.

Sebanyak 1.000 apem dikirab dari paseban menuju depan panggung utama. Gunungan apem berbentuk kerucut itu dibungkus daun nangka cara lama yang kini mulai jarang dijumpai. Di tengah arus modernisasi pangan, pilihan bungkus tradisional itu bukan sekadar estetika, melainkan penanda ingatan kolektif: bahwa Ramadhan di Ponorogo selalu diawali dengan rasa manis dan doa.

Kirab berlangsung semarak dengan iringan barongsai, memadukan unsur budaya lokal dan Tionghoa dalam satu panggung kebersamaan. Inilah wajah Ponorogo hari ini tradisi Islam Jawa bertemu harmoni multikultural dalam ruang publik.

Acara yang menjadi bagian pembukaan “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” itu dihadiri Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Ketua DPRD Dwi Agus Prayitno, Ketua Badan Amil Zakat KH Kholid, serta jajaran Forkopimda. Setelah doa dipanjatkan oleh KH Kholid, aba-aba pun diberikan. Seketika, gunungan apem diserbu warga.

Dalam hitungan menit, 1.000 apem ludes. Tawa, sorak, dan wajah sumringah menyatu dalam suasana yang riuh namun akrab. “Apem seperti ini sudah jarang dibuat, rasanya juga enak,” ujar Andi, warga Nologaten yang sengaja datang demi merasakan kembali cita rasa masa kecilnya.

Secara kultural, megengan bukan sekadar seremoni menyambut puasa. Ia adalah ruang rekonsiliasi sosial momen saling memaafkan, berbagi, dan mengingat leluhur. Apem, yang dalam filosofi Jawa kerap dikaitkan dengan kata afwan (maaf), menjadi simbol harapan agar memasuki Ramadhan dengan hati bersih.

Lisdyarita berharap tradisi porak apem di Alun-Alun Ponorogo bisa terus digelar setiap tahun dan menjadi agenda budaya tetap kabupaten. “Tahun depan harus lebih besar dari ini dan dipersiapkan lebih matang lagi,” ujarnya, menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga denyut tradisi.

Malam harinya, panggung utama diisi hiburan Dalang Poer dan grup musik Santri Mbeling, menghadirkan perpaduan dakwah, seni pertunjukan, dan musik religi dalam balutan kemasan kekinian.

“Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” yang berlangsung 13–22 Februari 2026 ini dipandegani rednews.co.id bekerja sama dengan Pemkab Ponorogo dan DMR Prod. Dukungan juga datang dari JPKP, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Gerakan Pangan Murah, Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Ponorogo, serta Bank Jatim Cabang Ponorogo.

Di tengah gemerlap festival, porak apem membuktikan satu hal: tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan energi budaya yang terus menemukan cara untuk hidup di tengah masyarakat. Dan di Ponorogo, Ramadhan selalu diawali dengan rasa manis yang diperebutkan bersama bukan untuk dimiliki sendiri, melainkan untuk dirayakan sebagai kebersamaan.

JPKP Ponorogo Ramadhan
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber