Jakarta – Budayantara.tv Semangat kolaborasi dan penguatan ekosistem perfilman nasional mewarnai pertemuan silaturahmi antara (PATFI) periode 2026 dengan . Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 10 Gedung Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ketua PATFI, , menjelaskan bahwa silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan susunan kepengurusan PATFI periode 2026 sekaligus memaparkan profil, visi, serta program kerja organisasi ke depan.
“Pertemuan ini bukan sekadar audiensi, tetapi komitmen untuk membangun komunikasi yang lebih erat dan sinergi kelembagaan. Fokus kami adalah kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, khususnya dalam penguatan sinema Indonesia, pengembangan sumber daya manusia, serta pembenahan ekosistem film dan televisi nasional,” ujar Adisurya.
Menurut Adisurya Abdy, “industri film dan televisi sedang memasuki fase disrupsi besar yang dipicu oleh dua kekuatan utama: Artificial Intelligence dan perubahan format konsumsi melalui film vertikal.Ia menegaskan bahwa AI tidak bisa ditolak atau dihindari.”kata Adisurya
Dari pihak kementerian, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan pentingnya kerja bersama antara pemerintah dan organisasi profesi dalam mendukung kegiatan kebudayaan dan perfilman Indonesia agar semakin kompetitif di tengah dinamika global.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Kemitraan Pemerintah & Antar-Lembaga , Deputi Advokasi Kebijakan Publik dan Riset Strategis , serta dari unsur media publikasi.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Satrio P. Pamungkas menyoroti perkembangan teknologi film yang semakin pesat. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi dengan bijak agar menjadi peluang, bukan ancaman, bagi insan perfilman nasional.
“Perkembangan teknologi, khususnya di bidang film, perlu kita sikapi dengan bijak. Adaptasi, peningkatan kompetensi, dan riset menjadi kunci agar kita tidak tertinggal,” ungkapnya.
Pertemuan ini menjadi simbol optimisme baru bagi dunia perfilman dan pertelevisian Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat antara PATFI dan Kementerian Kebudayaan, diharapkan lahir kebijakan serta program konkret yang mampu mencetak tenaga ahli unggul, memperkuat identitas sinema nasional, serta mendorong industri kreatif Indonesia melangkah lebih jauh di panggung dunia.
Silaturahmi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan pijakan inspiratif menuju masa depan perfilman Indonesia yang lebih berdaya, adaptif, dan berkarakter.**




