Lewati ke konten
28 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk PergiNobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan KebersamaanLima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Blink Cafe Meruya: Johnson Bangun Kedai Kopi di Tengah Pandemi
Lifestyle News

Blink Cafe Meruya: Johnson Bangun Kedai Kopi di Tengah Pandemi

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama24 Januari 20262 menit baca
Blink Cafe Meruya: Johnson Bangun Kedai Kopi di Tengah Pandemi - Budayantara TV

Jakarta, – Budayantara.tv Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 tahun 2020, tidak semua orang memilih untuk menahan langkah. Johnson (46) justru mengambil keputusan berani dengan membuka Blink Cafe, sebuah kedai kopi yang kini dikenal di kawasan Meruya, Jakarta Barat.Sabtu (24/1/2026).

Blink Cafe lahir dari obrolan santai dan ajakan sederhana di media sosial. Saat itu, Johnson dan dua rekannya kerap berdiskusi di Instagram tentang ketertarikan mereka pada dunia kopi. Dari sekadar candaan “yuk buka kedai kopi”, ide tersebut berkembang menjadi rencana serius.

“Awalnya memang suka makan dan minum, khususnya kopi. Dari situ kita eksplor, belajar, dan akhirnya memberanikan diri buka usaha,” ujar Johnson.

Fokus Kopi Sejak Awal

Berbeda dengan banyak pelaku usaha kuliner yang memulai dari konsep warung makan atau menu berat, Blink Cafe sejak awal sudah memantapkan diri sebagai kedai kopi. Meski demikian, menu pendamping tetap menjadi perhatian, salah satunya pisang goreng dan makanan olahan sederhana namun mengenyangkan.

Johnson sendiri mengaku menyukai menu berbahan daging cincang, yang di Blink Cafe disajikan dengan harga terjangkau. Dengan kisaran harga sekitar Rp50.000, Blink Cafe menyasar segmen pekerja kantoran dan masyarakat sekitar yang ingin menikmati kopi dan makanan berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Latar Belakang Non-Kuliner

Menariknya, Johnson bukan berasal dari dunia kuliner. Ia memiliki latar belakang pendidikan Teknik Industri dan sempat berkarier sebagai insinyur di bidang pertanian. Namun, kecintaannya pada kopi dan kuliner menjadi “jalan baru” yang ia tekuni sebagai bentuk passion sekaligus usaha keluarga.

“Ini bukan sekadar bisnis, tapi passion. Saya ingin bergerak bersama keluarga,” katanya.

Johnson kini telah berkeluarga dan memiliki tiga anak—anak pertama kembar perempuan dan anak bungsu laki-laki. Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjalankan Blink Cafe.

Bertahan di Tengah Pandemi

Blink Cafe mulai direnovasi dan direncanakan matang sebelum pandemi melanda. Saat Covid-19 datang, Johnson sempat menghentikan operasional sementara. Namun, dengan keyakinan dan perencanaan yang sudah disusun, ia kembali melanjutkan usahanya hingga bertahan sampai hari ini.

“Kondisinya memang tidak baik-baik saja waktu itu, tapi justru dari situ kita belajar dan bertahan,” ujarnya.

Rencana Ekspansi dan Waralaba

Saat ini, Blink Cafe di Meruya merupakan cabang pertama. Ke depan, Johnson membuka peluang untuk ekspansi melalui skema franchise bersama rekan-rekan dan mitra yang memiliki visi sejalan.

“Kami terbuka untuk buka cabang-cabang berikutnya. Harapannya Blink Cafe bisa berkembang bersama teman-teman,” tutup Johnson.

Dengan konsep sederhana, harga terjangkau, dan cerita keberanian di masa sulit, Blink Cafe menjadi contoh bahwa peluang bisnis tetap bisa tumbuh, bahkan di tengah krisis.

Blink Cafe
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi - Budayantara TV
Musik News

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi

28 September 20262 menit baca

Jakarta, — Budayantara. TV Tidak semua kisah cinta berakhir dengan bahagia. Ada hubungan yang justru meninggalkan luka, tekanan,…

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan - Budayantara TV
News

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan

28 September 20262 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Pertandingan Indonesia vs Malaysia pada Senin malam (28/9/2026) menjadi momentum bagi para pencinta sepak bola…

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi - Budayantara TV
Budaya News

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi

28 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, geliat menyambut momentum bersejarah itu mulai…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber