Jakarta — Budayantara.tv Pasar Jatinegara sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas paling hidup di Jakarta Timur. Namun, lebih dari sekadar tempat berbelanja, kawasan ini juga menyimpan sejarah panjang kuliner legendaris yang telah menemani warga sejak puluhan tahun lalu. Di tengah lorong-lorong sempit, kios tua, dan lapak yang selalu ramai, tersembunyi beragam hidangan ikonik yang masih mempertahankan cita rasa autentik sejak era 1960-an hingga 1990-an.
Dari jajanan tradisional, masakan rumahan, hingga mi klasik, setiap sajian memiliki karakter unik yang membentuk identitas kuliner Jatinegara.
Gado-gado Encim, Ikon Rasa dari 1960-an
Salah satu nama yang wajib disinggahi adalah Gado-gado Encim, yang terletak di depan Apotek Berkah Pasar Mester Jatinegara. Berdiri sejak 1960-an, kios sederhana ini tetap menjadi magnet bagi para pencinta kuliner Betawi klasik.
Meski kini telah berusia sekitar 80 tahun, sang penjual masih lincah meracik seporsi gado-gado dengan cara tradisional. Sayuran segar disiram saus kacang yang dibuat dari perpaduan kacang mede dan kacang tanah, menghasilkan cita rasa gurih lembut dengan aroma khas yang sulit ditiru.
Bawang putih dan cabai diulek langsung ke dalam saus, menghadirkan sensasi “nendang” yang menjadi ciri khas kuliner tempo dulu. Dengan harga sekitar Rp 28.000, porsinya cukup melimpah dan selalu memuaskan pelanggan setianya.
Lokasinya berada di Gang Obat, yang terhubung dengan Gang Janur, menjadikannya mudah ditemukan oleh para pengunjung yang ingin menelusuri jejak kuliner legendaris di kawasan Jatinegara.
Dengan deretan hidangan otentik yang tetap bertahan melawan zaman, Pasar Jatinegara bukan hanya menjadi saksi sejarah ekonomi, tetapi juga museum hidup bagi kekayaan kuliner Jakarta Timur. Bagi para pencari cita rasa klasik, Jatinegara selalu punya cerita yang layak untuk kembali dinikmati.**




