Home / News / Festival Budaya Cengkawakrejo 2025 Digelar Meriah, Warga Antusias Rayakan Warisan Leluhur

Festival Budaya Cengkawakrejo 2025 Digelar Meriah, Warga Antusias Rayakan Warisan Leluhur

Banyuurip – Budayantara.tv Desa Cengkawakrejo, Kecamatan Banyuurip, untuk pertama kalinya sukses menggelar Festival Budaya Cengkawakrejo 2025 bertema “Saka Budaya Tumrap Kamulyaning Desa” pada Sabtu (22/11/2025). Meski merupakan gelaran perdana, acara ini berlangsung meriah dengan rangkaian kirab budaya, grebeg gunungan, hingga berbagai pentas kesenian tradisional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kepala Desa Cengkawakrejo, Imlais Wiski Bagasworo, mengungkapkan bahwa festival semula dijadwalkan pada Agustus namun harus ditunda karena sebagian RW belum siap.
“Sebagai gelaran perdana tentu masih ada kekurangan, tetapi antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.

Delapan Gunungan Meriahkan Grebeg Budaya

Pada festival ini, panitia menghadirkan delapan gunungan, terdiri dari empat gunungan hasil bumi serta empat gunungan jajanan pasar. Beragam kudapan tradisional—mulai dari celorot, lemet, apem, hingga gedhuk—dibuat warga secara gotong royong hingga dini hari.

Gunungan hasil bumi diperebutkan warga dalam prosesi grebeg, sementara gunungan jajanan pasar dibagikan kepada peserta dan pengunjung. “Ini adalah simbol syukur warga atas kesuburan tanah dan hasil pertanian yang melimpah,” kata Kades Wiski.

Kirab Tanpa Elektronik, Tegaskan Kesan Tradisional

Festival dibuka dengan kirab budaya sejauh dua kilometer, tanpa penggunaan sound system atau alat musik elektronik. Pilihan ini disengaja untuk memberikan nuansa tradisional yang kuat dan menghadirkan kembali suasana budaya Jawa tempo dulu.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ketoprak Paguyuban Siswo Budi Manggolo, pertunjukan kuda lumping Haswo Sembrani Kusumo, hingga berbagai kesenian lokal lainnya. Namun, beberapa kesenian khas desa seperti dolalak, karawitan, dan wayang kulit lokal belum dapat tampil karena keterbatasan waktu.

Wayang Kulit Angkat Pesan Regenerasi Kepemimpinan

Pada malam hari, digelar pagelaran wayang kulit dengan lakon “Parikesit Dadi Ratu” oleh Dalang Ki Anjat Sutrisno, S.Sn. dari Wonogiri, menghadirkan bintang tamu Gareng Tralala dan Eva Kenthir. Lakon ini dipilih karena mengangkat pesan penting mengenai regenerasi kepemimpinan.
“Para sesepuh menilai perlunya pemimpin muda yang mampu meneruskan perjuangan generasi sebelumnya. Pesan ini relevan bagi masyarakat kami,” jelas Kades Wiski.

Menuju Desa Budaya dan Desa Wisata

Festival Budaya Cengkawakrejo 2025 mendapat dukungan aspirasi dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Hajar Zainuddin, S.Sos., M.Hum. Pemerintah desa berencana menjadikan pawai budaya sebagai agenda tahunan, sekaligus memadukannya dengan tradisi Merti Desa yang biasanya berlangsung pada bulan Ruwah.

“Kami ingin mengenalkan potensi budaya desa kami sembari mempersiapkan masyarakat untuk menerima lebih banyak tamu dari luar. Ini langkah awal menuju Cengkawakrejo sebagai Desa Budaya sekaligus Desa Wisata,” pungkas Wiski.**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *