Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Sanggar Seni Panginyongan Ramaikan Pertunjukan Komedi Segar Bertajuk “GENDHAKAN”
Budaya Event News

Sanggar Seni Panginyongan Ramaikan Pertunjukan Komedi Segar Bertajuk “GENDHAKAN”

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama8 November 20253 menit baca
Sanggar Seni Panginyongan Ramaikan Pertunjukan Komedi Segar Bertajuk “GENDHAKAN” - Budayantara TV

“Ketika Cinta, Logika, dan Tawa Menyala di Bawah Lampu Teater”

Purwokerto, – Budayantara.tv  Hujan deras mengguyur Purwokerto namun malam di Gedung Kesenian Sutedja terasa berbeda. Lampu panggung berpendar lembut, deru tawa penonton bersahutan, dan aroma khas teater campuran antara debu, cat, dan semangat seni menguar di udara. Di bawah sorotan lampu itu, Komunitas Teater Tubuh  bertajuk “GENDHAKAN”, drama komedi yang merangkai kisah cinta, logika, dan tawa dalam satu panggung kehidupan.Berlangsung di Gedung Kesenian Sutedja.Purwokerto.Sabtu (8/11/2025).

Disutradarai oleh Bambang Wadoro, atau yang akrab disapa Bador Kayu, pementasan ini menjadi cermin kehidupan sosial yang dibalut dalam humor khas Banyumasan. Cerita bergulir dengan ringan, tetapi tetap menyentuh lapisan-lapisan perasaan penonton dari tawa renyah hingga renungan halus tentang cinta dan kesetiaan.

“Gendhakan bukan sekadar kisah selingkuh, tapi tentang bagaimana manusia kadang tersesat antara logika dan rasa,” ujar Bador Kayu di sela persiapan tampil. “Kami ingin penonton pulang dengan tawa, tapi juga dengan sesuatu untuk dipikirkan.”ujarnya.

Panggung Hidup yang Penuh Warna

Deretan pemain lokal tampil penuh energi dan karakter. Selvi memerankan Sinah dengan aura lembut namun tegas, sementara Bahrein sebagai Karman mencuri perhatian lewat kelucuan natural dan ekspresi jenaka. Duo hansip, Setyo (Kacel) dan Randi (Codot), menjadi sumber tawa utama dengan improvisasi yang mengalir liar namun terukur.

Tak ketinggalan, Didit Chow, Wahyu (Putu Ne Kaki Peang) sebagai Bonang, Ivaan sebagai Warso, serta Rik dan Agus Kaacel yang memerankan pasangan suami istri dengan dinamika lucu dan relatable. Di sisi lain, Joni Jonte sebagai Bapane membawa nuansa klasik teater rakyat yang tetap terasa segar.

Pertunjukan ini semakin hidup dengan ilustrasi musik oleh Sidik Isi, menghadirkan nuansa tradisional yang berpadu dengan ritme modern. Tata cahaya yang digarap Bagas Suliwa Sentir menciptakan atmosfer teatrikal yang magis berganti dari lembut ke dramatis seiring perubahan adegan.

Tim setting yang terdiri dari Faiq, Kuing, Ashar, dan Heri Boled berhasil menghidupkan panggung menjadi ruang realisme jenaka. Sementara itu, para penari Lengger Ama, Nurul, dan Amanda dari Sanggar Seni Panginyongan membuka pertunjukan dengan tarian simbolik yang memikat, menggambarkan gairah dan godaan dalam kehidupan asmara.

Lany dari Sanggar Seni Panginyongan, menyiapkan tata rias para pemain secara totalitas.”penampilan dan sentuhan tata rias dan kostum menjadi kekuatan tersendiri.”ungkap Lany.

Gratis, tapi Bernilai Tinggi

Uniknya, seluruh pertunjukan ini dibuka gratis untuk umum. Bagi teater adalah medium berbagi, bukan sekadar hiburan berbayar. “Kami ingin menghidupkan kembali budaya menonton teater di masyarakat. Gratis bukan berarti murahan. Justru ini bentuk cinta kami pada seni dan penonton,” tutur Bagus Satria, staf produksi.

Pertunjukan berdurasi hampir dua jam itu ditutup dengan tepuk tangan panjang. Penonton, yang datang dari berbagai kalangan pelajar, seniman, hingga masyarakat umum terlihat puas. “Lucu, tapi dalam,” kata seorang penonton muda, sambil tertawa kecil mengingat adegan favoritnya.

komunitas teater tubuh yang kerap mengangkat isu sosial dan budaya lokal dengan pendekatan eksperimental. Mereka memadukan teater fisik, dialog berlogat Banyumasan, serta elemen musik dan tari rakyat. “Kami percaya bahwa tubuh manusia adalah bahasa yang paling jujur,” kata Bador Kayu, menegaskan filosofi teater tubuh yang menjadi roh komunitas ini.

Dengan “GENDHAKAN”, kembali membuktikan bahwa seni pertunjukan lokal masih punya daya hidup, bahkan di tengah arus hiburan digital. Teater bukan sekadar tontonan adalah ruang temu, tawa, dan renungan bersama.

Sanggar Seni Paninyongan Banyumas
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber