Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/“Abah Dulhani: Menjaga Alam Adalah Menjaga Martabat Alam Cibarani Jangan Dirusak!”
Budaya Icon News

“Abah Dulhani: Menjaga Alam Adalah Menjaga Martabat Alam Cibarani Jangan Dirusak!”

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama12 Oktober 20253 menit baca📍 Banten
“Abah Dulhani: Menjaga Alam Adalah Menjaga Martabat Alam Cibarani Jangan Dirusak!” - Budayantara TV

Banten – Budayantara.tv. Suara alam yang tenang di kaki Gunung Liman, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kini tak lagi sama. Bekas aktivitas tambang ilegal menyisakan luka di jantung hutan adat Kasepuhan Cibarani. Namun di tengah kerusakan itu, berdiri teguh seorang tokoh adat yang bersuara lantang: Abah Dulhani, Ketua Adat Kasepuhan Cibarani.

“Gunung kalebur, lebak karusak, buyut karobah. Sudah sejak lama leluhur kami memperingatkan. Sekarang terbukti, Gunung Liman dirusak,” tegas Abah Dulhani dengan nada kecewa yang menembus sunyi hutan.saat bercerita dengan Budayantara.tv.Minggu (12/10/2025).

Aksi Nyata Melawan Tambang Ilegal

Puncak keresahan warga adat Cibarani memuncak ketika aktivitas tambang emas ilegal terus menggerus kawasan hutan adat. Dalam aksi besar yang melibatkan tim gabungan masyarakat, aparat, dan pegiat lingkungan, sebanyak 54 lubang tambang ditutup, sarana penambangan dibongkar, dan papan larangan dipasang di titik-titik rawan kerusakan. Tak hanya itu, sebanyak 1.200 bibit pohon ditanam dalam upaya memulihkan kembali kawasan yang tercabik.

Abah Dulhani

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi jangan hancurkan warisan leluhur. Desa kami ini desa daulat pangan. Lahan ini menjadi tumpuan hidup masyarakat kami,” ujar Abah Dulhani.

Kearifan Lokal yang Dikhianati

Cibarani dikenal sebagai salah satu dari empat wilayah di Banten yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat dari Presiden Joko Widodo pada tahun 2021. Bersama Kasepuhan Citorek, Pasireurih, dan Cirompang, Kasepuhan Cibarani secara resmi diakui hak kelolanya atas hutan adat mereka.

Namun pengakuan itu seolah tak berarti di hadapan kepentingan tambang ilegal yang merajalela.

“Kami diberi amanat oleh leluhur untuk menjaga alam ini. Kami hidup menyatu dengan ekosistem, kami tidak merusak. Tapi kenapa justru dari luar yang datang menghancurkan?” tanya Abah Dulhani penuh keprihatinan.

Lebak Bukan Ladang Tambang, Tapi Ladang Kehidupan

Dengan mengedepankan filosofi hidup selaras dengan alam, masyarakat Kasepuhan Cibarani menolak eksploitasi berlebihan atas tanah dan hutan mereka. Mereka meyakini bahwa alam bukan untuk dirusak, tetapi diwariskan kepada generasi mendatang dalam keadaan yang lebih baik.

“Ini bukan hanya soal tambang, ini soal masa depan. Jika hutan rusak, air hilang, tanah longsor, siapa yang menanggung? Anak cucu kita,” kata Abah Dulhani.

Harapan untuk Pemerintah dan Penegak Hukum

Masyarakat adat kini berharap penuh pada ketegasan pemerintah daerah dan pusat untuk menindak pelaku tambang ilegal. Mereka meminta agar kawasan hutan adat tidak lagi menjadi ladang perburuan kekayaan sesaat yang mengorbankan kelestarian jangka panjang.

“Jangan sampai pengakuan hukum yang diberikan negara hanya menjadi simbol. Kami butuh perlindungan nyata,” tegas Abah Dulhani.

Menjaga Alam Adalah Menjaga Martabat

Cerita Cibarani bukan sekadar kisah lokal, tapi cermin perlawanan terhadap perusakan alam atas nama ekonomi. Di tengah derasnya arus investasi dan eksploitasi, suara-suara seperti Abah Dulhani mengingatkan kita bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab moral seluruh anak bangsa.

Karena saat gunung runtuh dan sungai mengering, bukan hanya pepohonan yang mati, tapi juga kearifan dan kehidupan yang ikut terkubur.**

Abah Dulhani Ketua Adat Kasepuhan Cibarani
📍 Banten
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber