Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Saat Warisan Dibakar Amarah: Cagar Budaya Bukan Sekadar Bangunan
Budaya Icon News

Saat Warisan Dibakar Amarah: Cagar Budaya Bukan Sekadar Bangunan

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama2 September 20252 menit baca
Saat Warisan Dibakar Amarah: Cagar Budaya Bukan Sekadar Bangunan - Budayantara TV

Oleh: Masdjo Arifin (Budayantara)

Jakarta,- Budayantara.tv Suara demonstrasi yang bergemuruh di berbagai kota di Indonesia belakangan ini tidak hanya menjadi panggung kebebasan berpendapat, tetapi juga menyisakan luka yang dalam terutama bagi warisan sejarah bangsa. Di tengah riuhnya aksi protes, bangunan-bangunan bersejarah yang seharusnya menjadi saksi bisu perjalanan negeri, justru menjadi korban amuk massa.

Salah satu yang paling menyentak hati adalah terbakarnya Gedung Grahadi di Surabaya. Bagi warga kota Pahlawan, Grahadi bukan sekadar gedung tua, melainkan penanda perjalanan panjang sejarah kota. Dalam arsip bertanggal 1787, bangunan ini telah tercatat dalam peta kota Surabaya, berdiri kokoh sejak era kekuasaan VOC di bawah pengawasan Dirk Van Hogendorp.

Grahadi bukan sekadar bangunan, ia adalah narasi. Ia menjadi tempat berlangsungnya banyak peristiwa penting sejak zaman kolonial, masa revolusi, hingga era kemerdekaan. Bahkan pada awal kemerdekaan, Gedung Grahadi menjadi ruang strategis masyarakat berkumpul dalam mendukung program-program Presiden Soekarno. Kini, abu dan arang menggantikan marwahnya.

Tak hanya Surabaya yang berduka. Di Kediri, Museum Bagawanta Bhari juga tak luput dari kerusakan. Koleksi-koleksi yang selama ini menjadi penjaga kisah masa lalu rusak dan raib. Museum yang semestinya menjadi ruang belajar sejarah bagi generasi mendatang, kini menjadi saksi bisu kekerasan yang tidak mengenal batas nilai.

Di Bandung, Gedung Cagar Budaya di Jalan Diponegoro No. 20 bangunan bergaya indische empire dari tahun 1920-an turut menjadi korban. Gedung ini dulunya rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat, dan menjadi bagian penting dari jejak arsitektur kolonial yang khas. Kini, wajah sejarah itu juga ternoda.

Kita harus sadar, cagar budaya bukan milik segelintir orang atau institusi. Mereka milik kita semua. Mereka adalah ingatan kolektif, warisan yang menyatukan identitas kita sebagai bangsa. Saat warisan itu dibakar amarah, kita bukan hanya kehilangan bangunan kita kehilangan jati diri.

Dari Budayantara, saya memandang kejadian ini sebagai keresahan bersama. Demonstrasi adalah bagian dari demokrasi. Tapi saat demonstrasi berubah menjadi anarki, dan anarki merusak warisan budaya, maka kita tengah mengoyak lembaran sejarah kita sendiri.

Sudah saatnya kita kembali bertanya:
Apakah perubahan harus dibayar dengan kehilangan masa lalu?
Dan jika jawaban kita adalah tidak, maka mari kita jaga, rawat, dan lindungi cagar budaya karena tanpa sejarah, masa depan hanyalah kehampaan.**

Cagar Budaya
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber