Lewati ke konten
28 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Gedung Kesenian Depok Diusulkan, Nuroji: Tak Ada Lagi Baca Puisi di Kolong Jembatan
Video

Gedung Kesenian Depok Diusulkan, Nuroji: Tak Ada Lagi Baca Puisi di Kolong Jembatan

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama4 Agustus 20252 menit baca
Gedung Kesenian Depok Diusulkan, Nuroji: Tak Ada Lagi Baca Puisi di Kolong Jembatan - Budayantara TV

Depok, — Budayantara.tv Harapan lama para seniman dan budayawan Depok tampaknya mulai menemukan titik terang. Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Depok, Nuroji, memberikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Supian Suri dan Chandra Rahmansyah, atas perhatian yang kini mulai dirasakan oleh para pelaku seni dan budaya.

“Selama ini kita seperti terpinggirkan. Alhamdulillah sekarang mulai banyak perhatian. Insya Allah, ini akan membawa perubahan positif bagi ekosistem budaya di Depok,” ujar Nuroji saat ditemui Jurnal Depok, Minggu (3/8/2025).

Nuroji mengatakan bahwa isu seni dan budaya telah disampaikan secara resmi dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 di Gedung DPRD Depok. Menurutnya, budaya memiliki kaitan erat dengan sektor lain seperti pariwisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM.

“Budaya itu bukan hanya soal pertunjukan, tapi bisa menjadi daya tarik wisata, mendongkrak ekonomi kreatif, bahkan membuka peluang usaha lokal. Semua itu saling terhubung,” jelasnya.

Budaya Tanpa Sekat: Antara Tradisi dan Toleransi

Dalam pandangan Nuroji, penguatan budaya tak boleh berbenturan dengan nilai-nilai keberagaman dan toleransi. Ia mencontohkan bagaimana masyarakat Depok merayakan beragam perayaan budaya dan agama, seperti Imlek dan Tahun Baru Islam, yang seharusnya tidak menjadi polemik.

“Biarkan saja, itu bagian dari kekayaan budaya. Jangan dibatasi atau dikotak-kotakkan. Kita harus terbuka dan saling mendukung,” tegasnya.

Gedung Kesenian, Impian yang Akan Jadi Nyata?

Salah satu hal yang paling dinanti oleh para pegiat seni adalah realisasi Gedung Kesenian Kota Depok. Nuroji menyebut, selama ini seniman lokal sering kali harus tampil di luar kota karena Depok tak memiliki fasilitas representatif untuk menampilkan karya mereka.

“Bayangkan, ada yang membaca puisi di kolong jembatan karena tidak ada tempat. Masa kita terus begitu? Gedung kesenian ini penting agar seniman punya ruang untuk berekspresi,” tuturnya.

Ia mencontohkan grup seni tradisional Gong Si Bolong, yang pernah mewakili Provinsi DKI Jakarta dalam pertunjukan seni di Yogyakarta dan berhasil menyabet juara dua nasional. Ironisnya, mereka tak membawa nama Depok karena kurangnya fasilitas dan dukungan dari daerah sendiri.

“Kalau gedung itu jadi, bukan hanya jadi tempat pertunjukan, tapi juga pusat interaksi budaya, ruang kreatif, bahkan bisa mendorong kegiatan ekonomi dari seni pertunjukan,” tambahnya.

Dukungan dari Komunitas Seni

Wakil Ketua Ayodya Pala Art Center, Denta Mandra Pradipta Budiastomo, menyambut baik rencana pembangunan gedung kesenian. Ia menilai hal ini sebagai langkah strategis yang mampu memperkuat identitas budaya Kota Depok.

“Gedung kesenian akan menjadi simbol kebangkitan seni Depok. Tempat ini bukan hanya untuk tampil, tapi juga untuk mendidik dan melahirkan karya-karya berkualitas,” kata Denta.

Melalui RPJMD 2025–2029, DKD berharap seluruh masukan dari para seniman dan pegiat budaya bisa diakomodasi oleh Pemerintah Kota Depok. Jika terwujud, pembangunan gedung kesenian bukan hanya menjadi tonggak sejarah, tetapi juga lembaran baru bagi wajah budaya Depok di masa depan.(**)

Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Depok Nuroji
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IMG?
Event Kebangsaan News Video

HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor

26 Juli 20261 menit baca

https://youtu.be/1aU6YL3Z6ns

Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35” - Budayantara TV
Podcast Video

Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”

26 Juli 20261 menit baca

https://youtu.be/tCY7flndGr8?si=kKyhmdhIhaZCg0gq

IMG?
Video

suara kaum betawi, pandangan advokat muda terhadap betawi part 2

26 Juli 20261 menit baca

Tonton video selengkapnya di: https://www.youtube.com/watch?v=nvaYzpqDXMw Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=nvaYzpqDXMw

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber