Lewati ke konten
12 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Universitas Darunnajah Jakarta Kenalkan Pencak Silat Beksi ke Jepang, Budaya Betawi Menembus Batas NegaraPJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan SosialDialog Spiritual Budaya di Pondok Budaya Rorotan: Meneladani Gus Dur, Merawat Persaudaraan, Menanam HarapanWajah Kebudayaan Adalah Kita: Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Melestarikan Pertunjukan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial
Artikel

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama12 Oktober 20262 menit baca📍 Jakarta
PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial - Budayantara TV

Oleh: Syahrudin Akbar
Wakil Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI JAYA)

Jakarta — Budayantara.tv Di balik jalan yang bersih, taman yang terawat, dan kelancaran pelayanan di Ibu Kota, ada ribuan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang setiap hari berjuang demi Jakarta. Namun di tengah pengabdian itu, satu pertanyaan mendasar belum terjawab: bagaimana masa depan mereka ketika kontrak kerja berakhir dan usia tidak lagi mendukung?

Pengabdian bertahun-tahun seharusnya dihargai dengan jaminan, bukan dibiarkan berakhir dalam ketidakpastian. Pemprov DKI Jakarta perlu serius mengevaluasi perlindungan sosial bagi seluruh PJLP, khususnya terkait Jaminan Hari Tua (JHT). Jangan sampai pemerintah hanya membutuhkan tenaga mereka saat masih produktif, namun lupa menyiapkan masa depan mereka saat tidak lagi bekerja.

PJLP bukan sekadar tenaga pendukung. Mereka adalah ayah, ibu, dan kepala keluarga yang menafkahi anak-anak yang masih bersekolah. Saat kontrak berakhir, kebutuhan hidup mereka tidak berhenti.

Saya mendengar langsung kisah pilu dari sejumlah mantan PJLP. Salah satunya Y, mantan petugas PPSU di Jakarta Timur, yang kini harus mengandalkan pekerjaan serabutan mengangkut sampah demi bertahan hidup. Ada pula A, mantan PJLP Dinas Pertamanan, yang hanya berharap pemerintah memperhatikan JHT agar mereka memiliki bekal saat tidak lagi bisa bekerja.

Kisah-kisah ini bukan sekadar keluhan pribadi. Ini adalah peringatan: berakhirnya kontrak kerja bagi PJLP bukan hanya soal kehilangan pekerjaan, tetapi berpotensi menjadi bencana ekonomi bagi keluarga mereka.

Apakah pengabdian puluhan tahun kepada Jakarta harus berakhir dengan hidup yang terancam?

Jaminan Hari Tua bukanlah kemewahan. Ini adalah hak dan kebutuhan dasar, agar saat tenaga sudah tidak ada, mereka tetap memiliki bekal untuk bertahan hidup.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta perlu menjelaskan secara terbuka dan transparan: bagaimana status kepesertaan JHT bagi PJLP saat ini? Berapa persentase yang sudah terlindungi? Dan langkah konkret apa yang akan diambil bagi mereka yang belum terdaftar?

Pemerintah perlu segera mengkaji kepesertaan PJLP dalam program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk mekanisme pembiayaan yang jelas dan akuntabel. Selain itu, pelatihan keterampilan, pendampingan kewirausahaan, dan program transisi menjelang berakhirnya kontrak harus disiapkan jauh hari sebelumnya — bukan saat mereka sudah berhenti bekerja.

Saya mendorong Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta untuk menjadikan perlindungan masa depan PJLP sebagai agenda prioritas evaluasi. Jangan menunggu mereka jatuh dalam kesulitan baru kemudian bergerak.

Keberhasilan Jakarta tidak boleh hanya diukur dari gedung-gedung tinggi dan trotoar yang rapi. Keberhasilan Jakarta juga tercermin dari bagaimana kota ini memperlakukan warganya yang paling membutuhkan perlindungan — termasuk para pekerja yang telah mengabdikan tenaganya untuk kota ini.

Jangan hanya menuntut PJLP mengabdi untuk Jakarta. Pastikan pula pengabdian mereka tidak berakhir dalam ketidakpastian.

Sudah saatnya perlindungan hari tua PJLP dibahas secara konkret, transparan, dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan pekerja.

DPW SWI Jaya
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Wajah Kebudayaan Adalah Kita: Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Melestarikan Pertunjukan - Budayantara TV
Artikel

Wajah Kebudayaan Adalah Kita: Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Melestarikan Pertunjukan

11 Oktober 20263 menit baca

Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo) Kebudayaan bukan sekadar pakaian adat, tarian tradisional, musik daerah, atau rangkaian seremoni yang…

KECERDASAN NUSANTARAMEMBACA MEDIA, MEMBENTUK MAKNA - Budayantara TV
Artikel

KECERDASAN NUSANTARAMEMBACA MEDIA, MEMBENTUK MAKNA

8 Oktober 20266 menit baca

Dari Batik Tulis Singosari Berfilosofi Bu Tantri Listyorini Gayantri hingga Tatah-Sungging Ringgit Wayang Kulit dan Ukiran Kayu Warangka…

ANGGUN DAN NASIONALISME KOSMOPOLITAN KITA - Budayantara TV
Artikel

ANGGUN DAN NASIONALISME KOSMOPOLITAN KITA

8 Oktober 20262 menit baca

Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina SWI Jaya DKI Jakarta ​ADA yang nuansa “magis” sekaligus mengharukan ketika menyaksikan Gelora…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber