Lewati ke konten
4 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswi Unpam Mengenal Beksi di Petukangan, Menemukan Jejak Budaya di Balik Seni Bela DiriMengawal Mereka Tetap Kreatif dan Mandiri dengan MengamenKhadijah Travel Gelar Manasik Umrah, Jamaah Dibekali Ilmu hingga Praktik Thawaf dan Sa’iMEWARNAI ISTANA DARI TIMUR
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Mengawal Mereka Tetap Kreatif dan Mandiri dengan Mengamen
Lifestyle News

Mengawal Mereka Tetap Kreatif dan Mandiri dengan Mengamen

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama4 Oktober 20262 menit baca📍 Dan Kemandirian Bekasi
Mengawal Mereka Tetap Kreatif dan Mandiri dengan Mengamen - Budayantara TV

Cahaya Lentera Malam Kranggan, ketika jalanan menjadi ruang belajar tentang keberanian, kreativitas, dan kemandirian

Bekasi — Budayantara.tv Malam di sepanjang Jalan Wijayakusuma, Kranggan Permai, Jatisampurna, Kota Bekasi, Minggu (4/10/2026), menjadi ruang belajar yang berbeda bagi tiga anak binaan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.

Mereka adalah Amar Rojak, Dwi Pratama, dan Krisna Mas Sanjaya. Di tengah hiruk-pikuk jalanan, ketiganya belajar menyanyi, berkomunikasi, sekaligus berlatih menjadi pribadi yang berani dan mandiri.

Mengamen bagi mereka bukan semata-mata tentang mencari uang. Ada proses pendidikan karakter yang sedang dibangun: keberanian tampil di hadapan orang lain, kemampuan berkomunikasi, menghargai orang lain, hingga belajar bertanggung jawab terhadap kebutuhan diri dan keluarga.

“Kami selalu meyakinkan anak-anak bahwa mengamen itu bukan sesuatu yang hina. Mereka bukan meminta-minta, apalagi menipu atau mengambil hak orang lain. Mereka memberikan hiburan dengan kemampuan yang mereka miliki,” demikian prinsip yang terus ditanamkan kepada mereka.

Jalanan pun dipandang sebagai kelas kehidupan. Di sana mereka bertemu dengan beragam karakter masyarakat. Mereka belajar bagaimana menyapa dengan sopan, menyanyi dengan baik, menciptakan suasana yang menyenangkan, dan menghargai setiap orang yang mereka temui.

Yang membuat perjuangan mereka semakin berarti, aktivitas tersebut tidak membuat mereka meninggalkan pendidikan.

Amar Rojak saat ini duduk di kelas 3 SD. Sementara Dwi Pratama berada di kelas 6 SD melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Kota Depok di Harjamukti, Cimanggis. Adapun Krisna Mas Sanjaya duduk di kelas 7 SMP Global Chandra Baga, Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi.

Setiap hari mereka mungkin harus berpeluh dan berdebu di jalanan. Namun, sekolah tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidup mereka.

Mengamen, dalam konteks ini, bukan sekadar aktivitas mencari penghasilan. Ia menjadi sebuah proses untuk mengajarkan bahwa kemandirian harus tumbuh bersama pendidikan, kreativitas, keberanian, dan tanggung jawab.

Ada harapan sederhana di balik setiap lagu yang mereka nyanyikan: kelak mereka mampu berdiri dengan kaki sendiri, tetap bersekolah, memiliki keterampilan, dan tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Malam di Kranggan akhirnya bukan hanya tentang suara musik dan langkah kaki di tepi jalan.

Ia menjadi cahaya lentera kecil yang menerangi perjalanan tiga anak untuk mengenal kehidupan belajar berani, belajar mandiri, dan tetap menjaga mimpi.***

Humaniora Foundation
📍 Dan Kemandirian Bekasi
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswi Unpam Mengenal Beksi di Petukangan, Menemukan Jejak Budaya di Balik Seni Bela Diri - Budayantara TV
Budaya News

Mahasiswi Unpam Mengenal Beksi di Petukangan, Menemukan Jejak Budaya di Balik Seni Bela Diri

4 Oktober 20263 menit baca

Jakarta, — Budayantara.tv Pencak silat Beksi tidak sekadar mengajarkan teknik bela diri. Di balik setiap gerakan, tersimpan nilai…

PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026: Apel Serentak, Ziarah hingga Mujahadah untuk Palestina - Budayantara TV
News

PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026: Apel Serentak, Ziarah hingga Mujahadah untuk Palestina

3 Oktober 20263 menit baca

Jakarta, – Budayantara.tv Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri Nasional Tahun 2026. Peringatan Hari…

Hadir dalam Forum Perhutanan Sosial, Guru Besar Antro UNAIR, Prof. Adib, Tegaskan Pentingnya Pengelolaan Mata Air untuk Mitigasi Bencana di Jatim - Budayantara TV
News

Hadir dalam Forum Perhutanan Sosial, Guru Besar Antro UNAIR, Prof. Adib, Tegaskan Pentingnya Pengelolaan Mata Air untuk Mitigasi Bencana di Jatim

3 Oktober 20262 menit baca

Surabaya,–Budayantara.tv Koordinator Laboratorium Manusia, Budaya, dan Ragawi (Lab. MaBuRag) FISIP UNAIR, Prof. Dr. H. Muhammad Adib, Drs., M.A.,…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber