Lewati ke konten
16 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di TambakberasBudaya Merdeka: Membebaskan Pikiran, Merawat Keberagaman, dan Membangun Indonesia BerdaulatIKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah PutihMenjelang HUT RI ke-81, Fadli Zon Perkuat Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
News

Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama16 Agustus 20263 menit baca📍 Jombang
Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas - Budayantara TV

Jombang – Budayantara.tv Ada sesuatu yang berbeda ketika Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Bukan semata karena forum tertinggi organisasi itu berlangsung di lingkungan pesantren bersejarah, tetapi karena para peserta muktamar akan berjalan di atas tanah yang menyimpan jejak perjuangan salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab.

Di tengah momentum tersebut, pemikiran Mbah Wahab kembali dibicarakan. Bukan sekadar sebagai catatan sejarah, melainkan sebagai gagasan yang dinilai masih relevan untuk membaca perubahan zaman dan menentukan arah perjuangan NU ke depan.

Semangat itu mengemuka dalam Istighotsah dan Bedah Buku KH Abdul Wahab Chasbullah yang berlangsung di Auditorium Universitas KH Abdul Wahab Chasbullah (UNWAHA), Tambakberas, Jombang, Sabtu (15/8/2026) malam.

Forum tersebut mengulas pemikiran, perjuangan, serta rekam jejak geopolitik Mbah Wahab. Sosok yang dikenal sebagai salah satu pendiri NU itu memiliki jejak panjang sebagai penggerak pendidikan pesantren, aktivis pergerakan nasional, politisi, diplomat, sekaligus tokoh yang ikut meletakkan fondasi hubungan antara Islam dan nasionalisme Indonesia.

Bagi Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Mbah Wahab bukan sekadar tokoh sejarah. Ia adalah figur yang mampu membaca perubahan dunia sekaligus memikirkan bagaimana umat Islam dan para ulama harus mengambil peran di dalamnya.

“Mbah Wahab ini adalah Wali Peradaban,” kata Gus Yahya.

Menurut Gus Yahya, cara berpikir Mbah Wahab tidak berhenti pada upaya mempertahankan warisan masa lalu. Lebih jauh, Mbah Wahab memikirkan agenda perjuangan yang harus disiapkan untuk menghadapi masa depan.

“Bukan hanya apa yang harus dipertahankan dari warisan masa lalu, tapi apa yang diperjuangkan ke depan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Muktamar

Pesan tersebut menjadi semakin penting karena Muktamar ke-35 NU berlangsung di tempat yang memiliki hubungan langsung dengan sejarah kelahiran organisasi.

Gus Yahya menyebut penyelenggaraan muktamar di Tambakberas sebagai momentum yang istimewa. Terlebih, muktamar kali ini berlangsung tepat pada tahun ke-100 dalam penanggalan Masehi.

“Ini adalah semangat Mbah Wahab yang harus menjiwai Muktamar ke-35, karena muktamar betul-betul istimewa. Persis di tahun ke-100 dalam penanggalan Masehi,” katanya.

Menurut dia, kehadiran para mutamirin di Tambakberas seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran dalam sebuah forum organisasi. Mereka juga datang ke ruang sejarah, tempat salah satu pendiri NU menjalani perjuangan dan meninggalkan warisan pemikiran.

“Kita gelar muktamar di pesantren tempat pendiri Nahdlatul Ulama yaitu Kiai Wahab Chasbullah,” ujar Gus Yahya.

Ia pun mengingatkan warga NU agar tidak kehilangan kesadaran sejarah selama berada di Tambakberas.

Di pesantren tersebut, makam Mbah Wahab berada di tengah lingkungan pesantren. Karena itu, Gus Yahya meminta siapa pun yang datang ke Tambakberas untuk selalu mengingat sosok dan perjuangan Mbah Wahab.

“Jangan sampai siapapun yang menginjakkan kaki di atas bumi Tambakberas ini lupa kepada Mbah Wahab,” tegasnya.

Warisan yang Harus Dihidupkan

Pesan Mbah Wahab pada akhirnya bukan hanya tentang masa lalu. Justru, kekuatan pemikirannya terletak pada kemampuannya menghubungkan tradisi dengan perubahan.

Mbah Wahab menunjukkan bahwa pesantren tidak harus berdiri di luar perubahan zaman. Sebaliknya, pesantren dapat menjadi pusat lahirnya gagasan, pendidikan, pergerakan, sekaligus perjuangan kebangsaan.

Dari ruang-ruang pesantren, Islam dan nasionalisme tidak ditempatkan sebagai dua kutub yang saling berhadapan. Keduanya dapat berjalan bersama dalam kerangka menjaga Indonesia dan memperjuangkan masa depan peradaban.

Sementara itu, Gus Syaifuddin, Ketua Panitia Silaturahmi Nasional Dzurriyah Muassis NU dan Bedah Buku Mbah Wahab, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir serta memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan, termasuk Muktamar ke-35 NU, dapat berlangsung sukses dan memberikan manfaat luas bagi warga NU serta masyarakat Indonesia.

“Terima kasih atas dukungan dan kehadiran dalam kegiatan ini. Semoga pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berjalan sukses,” ujar Gus Syaifuddin.

Pada akhirnya, Tambakberas bukan sekadar lokasi penyelenggaraan muktamar. Ia adalah ruang tempat sejarah, tradisi, dan masa depan bertemu.

Di tanah tempat Mbah Wahab berjuang dan dimakamkan, NU kembali diingatkan pada satu pesan penting warisan tidak cukup hanya dijaga, tetapi harus dihidupkan melalui keberanian membaca zaman dan memperjuangkan masa depan.

Dan di sanalah sosok Mbah Wahab yang disebut Gus Yahya sebagai “Wali Peradaban”kembali menjadi napas yang menjiwai Muktamar ke-35 NU.(Djo)

Gus Syaifuddin Muktamar NU Ke-35
📍 Jombang
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih - Budayantara TV
Event News

IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih

15 Agustus 20262 menit baca

Jakarta, — Budayantara.tv Semangat kemerdekaan terasa semakin meriah di tengah keluarga besar Ikatan Keluarga Besar (IKB) Jabodetabek. Dalam…

Menjelang HUT RI ke-81, Fadli Zon Perkuat Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta - Budayantara TV
Kebangsaan News

Menjelang HUT RI ke-81, Fadli Zon Perkuat Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta

15 Agustus 20262 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan…

Guru Besar Humaniora Temui Fadli Zon, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pilar Pemajuan Kebudayaan - Budayantara TV
Budaya News

Guru Besar Humaniora Temui Fadli Zon, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pilar Pemajuan Kebudayaan

14 Agustus 20262 menit baca

Jakarta, – Budayantara.id Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menerima perwakilan Guru Besar bidang Humaniora dari berbagai perguruan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 202613 Agustus 2026
  2. IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih15 Agustus 2026
  3. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  4. Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina13 Agustus 2026
  5. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas - Budayantara TVMbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas - Budayantara TVBudaya Merdeka: Membebaskan Pikiran, Merawat Keberagaman, dan Membangun Indonesia Berdaulat
Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas - Budayantara TVIKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih
Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas - Budayantara TVMenjelang HUT RI ke-81, Fadli Zon Perkuat Pelestarian Warisan Sejarah Bung Hatta
Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas - Budayantara TVGuru Besar Humaniora Temui Fadli Zon, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pilar Pemajuan Kebudayaan

Lokasi

📍 Jakarta 253📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber