Pasuruan, – Budayantara.tv Upaya pelestarian batik sebagai warisan budaya bangsa kembali diwujudkan melalui inovasi produk kreatif di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Sabtu (21/2/2026).
Perencanaan pembuatan sprei batik untuk kebutuhan homestay desa wisata digagas dengan pendekatan teknik grading, sebagai bentuk sinergi antara pelestarian filosofi batik dan penguatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Sebagaimana telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, batik bukan sekadar karya seni tekstil, melainkan identitas bangsa yang sarat nilai moral, sosial, spiritual, dan antropologis. Setiap motif memuat makna mendalam yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat pada masanya.
Gagasan ini juga selaras dengan pemikiran Prof. Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., Guru Besar bidang Kependidikan dan Pembelajaran Vokasional Busana Universitas Negeri Malang, dalam pidato pengukuhannya pada 5 Februari 2026 yang menekankan pentingnya “Mempertahankan Makna Filosofi Motif Batik dengan Teknik Grading.” Teknik grading dinilai mampu menjaga pakem dan filosofi motif sekaligus menyesuaikan desain dengan kebutuhan produk modern.
Penetapan simbol dan motif Batik Ngadirejo sendiri merupakan hasil kajian akademik bersama tim Laboratorium Manusia, Budaya, dan Ragawi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga yang dipimpin Prof. Dr. Muhammad Adib, Drs., M.A. Melalui studi lapangan, dirumuskan sejumlah ikon lokal seperti pohon dan daun cemara gunung, bukit pegunungan, serta mata air sebagai simbol kearifan lokal yang bersifat langgeng dan universal.
Menurut Guntur Bisowarno, pengembangan sprei batik untuk homestay bukan hanya inovasi desain interior, tetapi juga strategi pemberdayaan ekonomi padat karya dan pendidikan kewirausahaan sejak dini. Produk ini diharapkan menjadi identitas visual homestay Ngadirejo sekaligus media edukasi budaya bagi wisatawan.
Dengan konsep “Modern Batik Klasik”, inovasi ini menjadi jembatan antara tradisi dan teknologi, antara filosofi luhur dan kebutuhan industri kreatif masa kini.(Guntur)




