Hujan Tak Membendung Cinta: Jakarta Selatan Kenang 6 Tahun Kepergian Glenn Fredly
Jakarta,- Budayantara.tv Jakarta Selatan diguyur hujan pada Rabu sore itu, seolah langit ikut larut dalam kenangan. Namun rintik yang jatuh tak mampu meredam semangat dan cinta yang terus mengalir untuk Glenn Fredly. Enam tahun telah berlalu sejak musisi legendaris Indonesia itu berpulang pada 8 April 2020 akibat meningitis di usia 44 tahun. Meski waktu berjalan, luka kehilangan tetap terasa, namun bersamaan dengan itu, warisan cintanya justru semakin hidup.
Melalui gelaran “Timuran Jaksel Vol. 6: Glenn Fredly Kembali ke Timur” yang berlangsung di Lapangan YPK Wijaya.Jakarta Selatan .Rabu (8/4/2026).para sahabat, musisi, dan penggemar berkumpul dalam satu rasa: rindu yang hangat. Hujan sore itu menjadi saksi bahwa kenangan tak pernah benar-benar pergi.

Acara ini dimeriahkan oleh deretan musisi berbakat seperti Moluccan Soul, Barry Likumahuwa, Nowela, dan Elmatu. Kehadiran Arie Kriting turut menambah suasana hangat penuh cerita dan tawa, seakan Glenn masih ada di tengah-tengah mereka.
Bagi Nowela, tampil dalam acara tersebut bukan sekadar penampilan, melainkan penghormatan mendalam. Ia mengenang Glenn sebagai sosok musisi yang tak hanya romantis, tetapi juga kritis dan penuh makna dalam setiap karyanya. Lagu-lagu seperti Kasih Putih, Janji Putih, dan Tega kembali menggema, dinyanyikan bersama dengan perasaan yang tak pernah usang.
Kepergian Glenn memang meninggalkan duka mendalam, terutama bagi istri tercinta Mutia Ayu dan putri kecilnya, Gewa. Namun lebih dari itu, ia meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam industri musik Indonesia jejak tentang cinta, perjuangan, dan suara hati.

Enam tahun berlalu, namun Glenn Fredly tidak pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam setiap nada, setiap lirik, dan setiap hati yang pernah tersentuh oleh musiknya. Di bawah hujan Jakarta Selatan, satu hal menjadi jelas: cinta untuk Glenn akan selalu menemukan jalannya untuk kembali.**

