Ponorogo – Budayantara.tv Coffee John’ E, kopi khas Ponorogo, hadir di “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” di Alun-Alun Ponorogo, Jawa Timur, yang berlangsung 13 sd 22 Februari 2026.
Menariknya, kopi John’ E menempati stand yang difasilitasi Kantor ATR/BPN Ponorogo. Stand kopi John’ E berada tidak jauh dari panggung utama alun-alun, dan mudah dikenali dari display aneka kemasannya.
Sahrul, penanggung jawab John’ E, menyampaikan terima kasih kepada Kantor ATR/BPN Ponorogo yang telah memberi kesempatan produknya untuk berpromosi di gelaran “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026.”
“Semoga ke depannya kami bisa menjadi UKM binaan Kantor ATR/BPN Ponorogo,” kata Sahrul dengan didamping Septa, marketing John’ E.
Di stand John’ E dipajang beragam kemasan, yaitu bentuk roasted beans (gelondongan) maupun bubuk. Mulai dari 50 gr hingga 1 kg dengan harga bervariasi.
Coffee John’ E yang bermarkas di Desa Pomahan, Kec. Pulung, Ponorogo, berdiri 2014. Pemiliknya Ririn Handayani. Awalnya memasok kopi bentuk OC ke Hongkong.
Sempat vakum, tahun 2023 Coffee John’ E bangkit lagi. Kali ini tidak lagi ekspor kopi, tapi memproduksi kopi gelondongan dan bubuk. Bahkan John’ N mempunyai cafe sendiri di Jl. Niken Gandini Ponorogo. John’ E juga mempunyai kebun kopi arabika dan robusta sendiri di Pulung.
“Bila awalnya kami mengambil kopi dari Kecamatan Ngebel, sekarang dipenuhi oleh kopi dari kebun kami sendiri. Kecuali kalau pesanan banyak kami baru mengambil kopi dari Ngebel,” kata Sahrul.
Per hari John’ E yang jumlah karyawannya 13 orang ini memproduksi rata-rata 10 kg kopi. “Pada awal bulan, sampai tanggal 10 bisa sampai 20 kg per hari,” kata Sahrul.
Saat ini pemasaran John’ E terbanyak di Ponorogo, sementara kota lain di antaranya Sragen (Jawa Tengah), Kediri dan Tulungagung. Konsumen terbanyak untuk rumah tangga.
“Untuk promosi kami saat ini lebih mengandalkan kegiatan car free day di Ponorogo dan medsos,” tambah Septa.
“Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” yang baru pertama kali diadakan di Ponorogo ini menghadirkan berbagai produk UKM di Ponorogo.
Kegiatan andalan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) Badan Pangan Nasional (Bapanas) kerjasama dengan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Pemkab Ponorogo, RedNews dan DMR Prod. GPM berlangsung tanggal 13 sampai 20 Februari 2026.
Event ini juga didukung Kantor ATR/BTN, Bank Jatim, sirup kurnia dan MPM Honda. (bud)




