Lewati ke konten
17 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
BETSLOW Gelar Jumat Berkah dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di PetukanganMenebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima ManfaatREPUBLIK STRESStaf Khusus Menteri Agama Terima Budayantara di Masjid Istiqlal, Dorong Diplomasi Budaya Indonesia–Palestina
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Pancasila: Vaksin Kebangsaan di Tengah Tarikan Ekstrem dan Gelombang Zaman
Artikel Kebangsaan

Pancasila: Vaksin Kebangsaan di Tengah Tarikan Ekstrem dan Gelombang Zaman

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama31 Mei 20263 menit baca📍 Masdjo Arifin - Founder Budayantara Digital Network Jakarta
Pancasila: Vaksin Kebangsaan di Tengah Tarikan Ekstrem dan Gelombang Zaman - Budayantara TV

Oleh : Masdjo Arifin – Founder Budayantara Digital Network

Jakarta – Budayantara.tv Di tengah derasnya arus perubahan dunia, Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang datang dari berbagai arah. Ada rongrongan paham yang mengatasnamakan agama namun kehilangan esensi kemanusiaan dan kebijaksanaan. Di sisi lain, ada pula arus liberalisme yang menempatkan kebebasan tanpa batas hingga mengikis nilai-nilai ketimuran yang selama ini menjadi akar budaya bangsa. Di antara dua kutub tersebut, Pancasila hadir sebagai vaksin kebangsaan yang menjaga Indonesia tetap berdiri tegak pada jati dirinya.

Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan dalam upacara atau dicantumkan dalam dokumen negara. Pancasila adalah jiwa bangsa. Ia hidup dalam cara kita menghormati perbedaan, merawat persaudaraan, dan menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan kelompok. Pancasila mengajarkan bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan kekuatan yang harus dirawat dengan rasa dan harmoni.

Ironisnya, di era yang serba terbuka ini, kita sering kali menjadi bangsa yang hebat dalam berdebat namun lemah dalam berempati. Ruang publik dipenuhi pertengkaran, saling menyalahkan, dan adu klaim kebenaran. Padahal, kekuatan Indonesia tidak lahir dari kemenangan satu kelompok atas kelompok lain, melainkan dari kemampuan seluruh anak bangsa untuk hidup berdampingan dalam semangat gotong royong.

Pancasila sesungguhnya adalah komitmen bersama terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam bingkai kebangsaan. Ia menjadi titik temu bagi seluruh perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik. Melalui Pancasila, bangsa Indonesia sepakat bahwa kemerdekaan tidak hanya tentang bebas menentukan nasib sendiri, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang adil, beradab, dan bermartabat.

Indonesia yang dicita-citakan para pendiri bangsa adalah Indonesia yang berbudaya dan beradab. Kemajuan tidak boleh hanya diukur dari gedung-gedung yang menjulang, teknologi yang canggih, atau pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kemajuan sejati tercermin dari karakter manusianya; dari sikap saling menghormati, menjunjung etika, dan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.

Dalam konteks itulah, Pancasila menjadi magnet spiritual yang memperkuat persatuan di tengah perbedaan. Ia mengikat hati masyarakat Indonesia untuk tetap merasa satu tanah air, satu bangsa, dan satu tujuan. Persatuan yang dibangun oleh Pancasila bukanlah persatuan yang dipaksakan, melainkan persatuan yang tumbuh dari kesadaran bahwa perbedaan adalah bagian dari takdir bangsa yang harus dirangkul bersama.

Kini, setelah lebih dari delapan dekade perjalanan bangsa, Pancasila tetap relevan sebagai kompas moral dan arah peradaban Indonesia. Di usia 81 tahun Pancasila, kita diingatkan bahwa kekuatan bangsa ini bukan terletak pada fisik semata, melainkan pada kekuatan batin yang mempersatukan seluruh rakyatnya.

Harmoni dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kemampuan untuk saling memahami. Tidak lahir dari dominasi, tetapi dari penghormatan. Dan tidak lahir dari kebencian, melainkan dari rasa cinta kepada sesama anak bangsa.

Karena itu, menjaga Pancasila berarti menjaga Indonesia. Menanamkan nilai-nilainya berarti merawat masa depan bangsa. Sebab selama Pancasila tetap hidup dalam hati rakyat Indonesia, selama itu pula Indonesia akan tetap menjadi rumah bersama yang damai, berbudaya, beradab, dan bermartabat di tengah perubahan zaman.

Hari Pancasila Ke-81
📍 Masdjo Arifin - Founder Budayantara Digital Network Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

REPUBLIK STRES - Budayantara TV
Artikel

REPUBLIK STRES

15 Oktober 20262 menit baca

-Ketika 75 Persen Rakyat Kehilangan Ruang Bernapas Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina SWI Jaya (DPW SWI DKI Jakarta)…

FFI Hanya Jadi Barometer Atau Penggerak Sinema Nasional - Budayantara TV
Artikel Film

FFI Hanya Jadi Barometer Atau Penggerak Sinema Nasional

15 Oktober 20265 menit baca

Oleh : Karsono Hadi-Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia-(KFT Indonesia) KFT Dorong Festival Film Indonesia Memiliki Visi Jangka…

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial - Budayantara TV
Artikel

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial

12 Oktober 20262 menit baca

Oleh: Syahrudin AkbarWakil Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI JAYA) Jakarta — Budayantara.tv Di balik jalan yang bersih,…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber