Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-MemoriamSelamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Anggota DPR RI Sekaligus Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Dukung Sineas Bikin Film Berbasis Budaya
Budaya Film News

Anggota DPR RI Sekaligus Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Dukung Sineas Bikin Film Berbasis Budaya

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama21 Mei 20263 menit baca📍 Jakarta
Anggota DPR RI Sekaligus Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Dukung Sineas Bikin Film Berbasis Budaya - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Karya film secara kreatif memiliki kekuatan besar sebagai media pelestarian budaya sekaligus dapat menjadi motor penggerak ekonomi.

“Medium ini tidak hanya mendokumentasikan tradisi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Hal itu dikemukakan Bamsoet saat menerima kunjungan sejumlah sineas di kediamannya di Rumah Pergerakan, Jalan Patiunus Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (18/05/2026).

Para sineas dari Humaniora Rumah Film tersebut antara lain; Eddie Karsito, Gamal Putra, Ali Amran, dan Tri Setiowati, serta didampingi Yogi Soepaat.

Ekonomi Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja
Menghadapi ekonomi global yang lesu, ketidakpastian, dan tensi geopolitik tinggi, kata Bamsoet, perlu menjaga resiliensi serta bagaimana menciptakan nilai tambah di tengah tantangan ekonomi makro.

“Perekonomian nasional sedang dalam fase tekanan ditandai dengan berbagai indikator. Perlu langkah adaptif untuk menjaga resiliensi serta menciptakan nilai tambah di tengah berbagai tantangan,” tegasnya.

Pertemuan para sineas dari Humaniora Rumah Film dan Bamsoet tersebut, dalam rangka supervisi, sinergi, dan menjembatani seniman dalam berkarya.

Film Indonesia Miskin Gagasan Kultural
Pada kesempatan yang sama Eddie Karsito menegaskan, bahwa pihaknya perlu mendapat dukungan terkait dengan rencanya membuat film berbasis kultural.

Dukungan terhadap rencana pembuatan film berbasis kultural, kata Eddie Karsito, sangat penting untuk lebih menguatkan identitas bangsa.

Sineas dan budayawan ini kerap menyoroti bahwa karya sinema nasional seringkali kehilangan identitas dan “miskin gagasan kultural” akibat gempuran budaya pop.

“Sangatlah dipahami jika sampai saat ini inferioritas masih mendominasi sebagian masyarakat Indonesia. Sehingga apapun nilai-nilai budaya berasal dari Barat kerap dianggap lebih indah, lebih menarik, dan lebih modern dibanding budaya Timur,” tegasnya.

Rekognisi tersebut berdampak pada karya film, khususnya terkait dengan ide cerita. Cerita film Indonesia dinilai miskin gagasan, terutama menyangkut cerita-cerita berbasis budaya Indonesia.

“Cerita dikonstruksi lewat pikiran imajiner terhadap sebuah realitas. Tanpa menghadirkan realitas itu sendiri secara esensial. Manipulasi kenyataan melalui simulasi yang mereduksi keseimbangan antara citra dan realitas,” ujar Eddie lagi.

Akibatnya, ujar Eddie Karsito, semakin banyak budaya asing mempengaruhi budaya Indonesia sendiri. Mereka masuk melalui industri budaya pop, dengan berbagai jenis dan cara.

“Lewat fashion, dance, lagu-lagu, musik, dan artisnya. Semua terdominasi lewat cerita film yang dikemas dalam bentuk industri budaya pop. Akibatnya cerita film Indonesia miskin gagasan kulturalnya,” ujar seniman, dan budayawan, yang juga aktor film dan sinetron ini.

Eddie Karsito secara konsisten menyuarakan dan memproduksi tayangan bernuansa lokal dan kenusantaraan, seperti film berbasis kebudayaan yang rencananya segera mereka produksi. Mengenai tema, ide cerita, dan judul filmnya, pihaknya berjanji segera merilisnya.

Baginya dukungan dari seorang tokoh seperti Bamsoet, serta dari pemerintah dan masyarakat sangat menentukan agar ekosistem film bernilai budaya bisa hidup, dapat diproduksi lebih masif, dan mendapat porsi layar yang layak.

Buku Menjadi Bintang
Pada kesempatan tersebut Eddie Karsito menyerahkan buku berjudul “Menjadi Bintang: Kiat Sukses Jadi Artis Panggung, Film, dan Televisi” karyanya kepada Bambang Soesatyo.

Buku tersebut diakui sebagai salah satu literatur panduan yang komprehensif di industri hiburan Indonesia. Karya ini sering disebut sebagai rujukan penting karena memberikan wawasan mendalam mengenai praktik dan manajemen di dunia seni peran.

Beberapa hal yang menjadikan buku ini referensi yang sangat berharga bagi para pelaku seni dan sineas karena tidak hanya membahas dasar-dasar seni peran, buku ini juga mengulas peta industri perfilman, manajemen produksi, dan strategi casting.

Perspektif Lintas Profesi
Eddie Karsito menulis buku ini berdasarkan pengalaman langsungnya yang terjun di berbagai sisi industri, baik sebagai aktor, pekerja teater, penulis cerita film, maupun jurnalis.

Buku ini diperkuat oleh dukungan dari para praktisi perfilman, diantaranya; Rudi Soedjarwo, (Sutradara) Jenny Rachman, dan Agus Ringgo (Aktor), hingga produser Manoj Punjabi (MD Eentertainment) dan Chand Parwez Servia (Starvision Plus).

Mereka menilai buku ini sebagai panduan penting bagi siapa saja yang ingin serius berkarir di industri hiburan, khusunya di perfilman dan pertelevisian./*

Bamsoet Eddie Karsito
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga - Budayantara TV
News

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga

25 September 20264 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Barengan bikin Jumat Berkah di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber