Komunitas Ruang Hidup Hadirkan Art Therapy, Ruang Aman untuk Pulih Lewat Seni
Purwokerto — Budayantara.tv Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, hadir sebuah komunitas di Purwokerto yang menawarkan cara unik untuk mengekspresikan emosi sekaligus memulihkan diri: melalui seni. menjadi pelopor ruang art therapy berbasis komunitas pertama di Purwokerto yang mengusung seni sebagai media pelepasan emosi dan penyembuhan batin.
Komunitas ini didirikan pada Maret 2025 oleh sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan mental yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai seniman yang banyak mengangkat tema mental health, Eka ingin menghadirkan ruang aman bagi siapa saja yang merasa lelah, kehilangan tempat bercerita, atau kesulitan mengekspresikan perasaan.
Mengusung konsep “seni sebagai media stress release”, setiap peserta diajak menuangkan emosi, pengalaman hidup, hingga luka batin melalui lukisan dan tulisan tanpa tuntutan menjadi seorang seniman. Dalam ruang ini, karya tidak dinilai dari keindahannya, melainkan dari keberanian seseorang untuk jujur terhadap emosinya sendiri.
“Kadang seseorang tidak membutuhkan nasihat panjang, mereka hanya butuh didengar dan diberi ruang untuk jujur dengan perasaannya. Lewat lukisan dan surat, kami ingin mereka tahu bahwa emosi mereka tetap berharga,” ujar Eka Risma dalam pernyataannya.Selasa (12/5/2026).
Sejak berdiri, Komunitas Ruang Hidup aktif mengadakan berbagai kegiatan art therapy yang terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan tersebut dikemas dalam suasana hangat, suportif, dan bebas stigma agar peserta merasa nyaman mengenal dirinya sendiri lebih dalam.
Selain kegiatan rutin, komunitas ini juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya bersama melalui workshop seni lukis sebagai media art therapy. Mereka juga pernah berkolaborasi dengan dalam kegiatan seni reflektif bagi para pekerja.
Kolaborasi terbaru yang paling menyentuh dilakukan bersama . Dalam program art therapy berbasis surat dan seni lukis, warga binaan diberi ruang untuk menuliskan rasa rindu, penyesalan, harapan, hingga permintaan maaf kepada keluarga mereka.
Suasana haru tak terhindarkan ketika para peserta mulai menuangkan isi hati mereka di atas kanvas dan lembar surat. Banyak warga binaan menangis karena untuk pertama kalinya merasa memiliki ruang untuk menyampaikan apa yang selama ini dipendam.
Kepala Rutan Kelas IIA Yogyakarta, , mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu membantu warga binaan mengurangi stres selama menjalani proses hukum dan masa penahanan.
Tak hanya memberi dampak bagi warga binaan, kegiatan ini juga menyentuh hati keluarga mereka. Salah satu anggota keluarga mengaku terharu ketika melihat dokumentasi kegiatan tersebut karena rasa rindunya sedikit terobati.
Kini, Komunitas Ruang Hidup terus berkembang sebagai ruang sosial yang mengedepankan kepedulian, welas asih, dan keberanian untuk saling mendengarkan. Melalui seni, komunitas ini ingin mengingatkan bahwa setiap orang berhak memiliki ruang untuk pulih, didengar, dan diterima apa adanya.

