IKB Jabodetabek Hadiri Peresmian BDN, Dorong Budaya Betawi Go Digital dan Mendunia
Jakarta, β Budayantara.tv Semangat pelestarian budaya kembali menemukan momentumnya. Ikatan Keluarga Besar Betawi (IKB) Jabodetabek bersama jajaran pengurus yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum H. Jayadih, HR, SE, turut menghadiri peresmian kantor Budayantara Digital Network (BDN) yang berlangsung di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2026).
Kehadiran IKB dalam acara ini bukan sekadar bentuk silaturahmi, melainkan menjadi simbol kuat kolaborasi strategis antara dua lembaga yang memiliki visi sejalan dalam memajukan seni dan budaya Nusantara, khususnya budaya Betawi. Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk membawa budaya lokal ke panggung global melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dalam sambutannya, H. Jayadih menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki makna yang lebih dalam. βIni bukan silaturahmi biasa, tetapi sebuah langkah nyata dalam memperkuat gagasan dan program yang berdampak luas bagi pelestarian dan pengembangan budaya,β ujarnya.
Senada dengan itu, Komisaris BDN, Deni Yohansyah, menyoroti pentingnya adaptasi budaya dalam era digital. Ia menyampaikan bahwa pengembangan etalase budaya Betawi melalui ekosistem digital menjadi langkah strategis untuk menjangkau generasi muda. βKita ingin budaya Betawi tidak hanya dikenal, tetapi juga dipahami dan diwariskan melalui pendekatan edukasi yang relevan dengan zaman,β jelasnya.

Sementara itu, Masdjo Arifin mengungkapkan rencana besar ke depan, yakni penyelenggaraan pagelaran budaya Nusantara dengan budaya Betawi sebagai tuan rumah. Ia optimistis, acara tersebut dapat menjadi magnet yang mampu menarik perhatian masyarakat luas serta memperkuat posisi budaya Betawi di tingkat nasional maupun internasional.
Peresmian kantor BDN ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi budaya Betawi. Kolaborasi antara IKB dan BDN diharapkan mampu membuka jalan baru, di mana tradisi dan teknologi berjalan beriringan, menciptakan masa depan budaya yang lebih inklusif, dinamis, dan mendunia.

