Lewati ke konten
28 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Transformasi Green Economy: Kolaborasi Kredit Karbon Rusia–Indonesia Berbasis Perjanjian Paris
Budaya News

Transformasi Green Economy: Kolaborasi Kredit Karbon Rusia–Indonesia Berbasis Perjanjian Paris

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama10 Maret 20264 menit baca
Transformasi Green Economy: Kolaborasi Kredit Karbon Rusia–Indonesia Berbasis Perjanjian Paris - Budayantara TV

Oleh: Guntur Bisowarno (Ketua Satgas Peduli Mata Air Nusantara).

Momentum Global Menuju Ekonomi Hijau

Pasuruan,- Budayantara.tv Perubahan iklim kini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia. Peningkatan suhu global, kerusakan ekosistem, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi mendorong negara-negara di dunia untuk mencari solusi bersama. Salah satu tonggak penting dalam upaya global tersebut adalah Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim.

Kesepakatan ini diadopsi pada 12 Desember 2015 di Paris dan mulai berlaku pada 4 November 2016. Perjanjian tersebut menjadi komitmen internasional untuk menekan laju perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dan pembangunan ekonomi rendah karbon.

Hampir seluruh negara di dunia terlibat dalam kesepakatan ini. Di antaranya adalah Indonesia, Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, India, Jepang, serta Brasil.

Rusia sendiri meratifikasi Perjanjian Paris pada 2019 dan menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 25–30 persen dibandingkan tingkat emisi tahun 1990 pada tahun 2030.

Kredit Karbon dan Transformasi Ekonomi Global

Salah satu instrumen penting dalam implementasi Perjanjian Paris adalah pengembangan pasar kredit karbon. Skema ini memungkinkan negara atau perusahaan yang berhasil menurunkan emisi karbon untuk menjual kredit tersebut kepada pihak lain yang membutuhkan kompensasi emisi.

Dalam konteks ini, kerja sama antara Rusia dan Indonesia memiliki potensi strategis. Rusia memiliki kapasitas teknologi dan wilayah hutan boreal yang luas, sementara Indonesia memiliki kekayaan hutan tropis yang menjadi salah satu penyerap karbon terbesar di dunia.

Kolaborasi kedua negara dapat mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi hijau yang tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga membuka peluang investasi baru di sektor lingkungan dan energi bersih.

Tujuan utama Perjanjian Paris sendiri adalah menjaga kenaikan suhu global agar tetap di bawah 2 derajat Celsius, dengan upaya menekan hingga 1,5 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri. Selain itu, perjanjian ini juga mendorong negara-negara untuk memperkuat kemampuan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim serta mengarahkan investasi global menuju pembangunan yang rendah emisi karbon.

Peran Reboisasi dalam Menyerap Emisi Karbon

Dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca, reboisasi menjadi salah satu strategi yang paling efektif. Penanaman kembali hutan mampu menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpannya dalam biomassa pohon serta tanah.

Namun efektivitas reboisasi tidak selalu sama di setiap wilayah. Perbedaan kondisi geografis dan iklim menyebabkan kemampuan penyerapan karbon antara kawasan tropis dan subtropis berbeda.

Di wilayah tropis seperti Indonesia, hutan memiliki kemampuan penyerapan karbon yang jauh lebih tinggi. Vegetasi yang lebat, tanah yang kaya nutrisi, serta pertumbuhan tanaman yang cepat membuat kawasan tropis menjadi salah satu penyerap karbon alami terbesar di dunia.

Sebaliknya, di wilayah subtropis, pertumbuhan tanaman cenderung lebih lambat karena pengaruh musim dingin yang panjang dan kondisi tanah yang berbeda. Meskipun demikian, reboisasi di kawasan tersebut tetap penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.

Dengan kata lain, hutan tropis memiliki nilai strategis yang sangat besar dalam skema kredit karbon global.

Model Ekonomi Hijau Berbasis Desa

Konsep ekonomi hijau tidak hanya berkembang di tingkat global, tetapi juga mulai tumbuh dari komunitas lokal. Salah satu contoh nyata dapat dilihat di Desa Ngadirejo.

Di desa ini, masyarakat mengembangkan model reboisasi berbasis perlindungan sumber mata air. Program tersebut mencakup penanaman lebih dari 10.000 bibit pohon cemara agung dan 500 bibit pohon nangka di sekitar 62 sumber mata air.

Kegiatan ini dilakukan bersama LMDH Cemara Indah, perangkat desa, serta pengelola hutan dalam wilayah kerja Perhutani Divisi Regional Jawa Timur yang membawahi 23 Kesatuan Pemangkuan Hutan di provinsi tersebut.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa ekonomi hijau dapat berkembang melalui integrasi antara pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan nilai budaya lokal.

Masa Depan Kolaborasi Indonesia–Rusia

Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, Indonesia memiliki posisi strategis dalam peta ekonomi hijau dunia. Hutan tropis yang luas, kekayaan biodiversitas, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dapat menjadi fondasi kuat dalam pengembangan kredit karbon.

Kerja sama dengan negara lain, termasuk Rusia, dapat memperkuat transformasi ini melalui transfer teknologi, investasi hijau, serta pengembangan pasar karbon internasional.

Pada akhirnya, transformasi menuju ekonomi hijau bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi baru yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan bumi.

Jika dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya menjadi penjaga paru-paru dunia, tetapi juga menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi hijau global di masa depan.**

Guntur Bisowarno Ketua Satgas Peduli Mata Air Nusantara.
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi - Budayantara TV
Budaya News

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi

28 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, geliat menyambut momentum bersejarah itu mulai…

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber