Home / News / Gus Syaifuddin Resmikan Dapur MBG ke-5 FUSI dan Yayasan Nusa Berbagi Indonesia di Kenari

Gus Syaifuddin Resmikan Dapur MBG ke-5 FUSI dan Yayasan Nusa Berbagi Indonesia di Kenari

Jakarta — Budayantara.tv Upaya memperkuat pemenuhan gizi masyarakat terus dilakukan oleh Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI) bersama Yayasan Nusa Berbagi Indonesia. Pada Jumat (6/3/2026), dapur gizi ke-5 yang berada di bawah naungan kedua lembaga tersebut resmi beroperasi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari, di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Peresmian dapur ini menjadi bagian dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka kerawanan pangan di berbagai wilayah.

Gus Syaifuddin Tekankan Pengelolaan Amanah Uang Rakyat

Ketua Umum FUSI sekaligus pimpinan Yayasan Nusa Berbagi Indonesia, Gus Syaifuddin,menegaskan bahwa pengelolaan dapur gizi harus dilakukan secara maksimal dan penuh tanggung jawab, mengingat program tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

“SPPG ini menggunakan uang rakyat, sehingga kita harus mengelolanya dengan maksimal dan penuh tanggung jawab. Mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian menu harus sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan,” ujar Gus Syaifuddin dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi peran para relawan yang selama ini membantu menjalankan operasional dapur gizi. Menurutnya, dedikasi relawan menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan setiap menu yang disajikan memiliki nilai gizi yang baik bagi para penerima manfaat.

“Kami berharap teman-teman relawan dapat terus menjaga kualitas pengelolaan dapur ini, sehingga setiap menu yang disajikan benar-benar memberikan gizi terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Pembina Yayasan Brigjen TNI (Purn) H. Syahnan, Ita Rahmawati, Iwanu T., Kepala SPPG Kenari Ronald Siregar, serta perwakilan dari Kecamatan Senen dan Kelurahan Kenari.

Program MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sendiri dipastikan tetap berjalan meskipun di tengah berbagai kritik, opini miring, maupun simpang siur informasi yang berkembang di masyarakat. Pemerintah bersama pihak terkait menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas nasional dalam mendukung masa depan generasi Indonesia.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, Badan Gizi Nasional (BGN) juga meminta pemerintah daerah turut aktif melakukan pengawasan terhadap operasional setiap satuan pelayanan gizi. SPPG diharapkan mampu menerapkan disiplin kerja serta standar operasional yang tinggi, baik dalam hal pengolahan makanan, keamanan pangan, maupun kualitas gizi.

Melalui optimalisasi dan pengawasan yang berkelanjutan, program ini ditargetkan mampu menekan angka kerawanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa.

Peresmian dapur gizi tersebut juga diisi dengan kultum dan doa yang disampaikan oleh Ustadz Leka , mengingat momentum pembukaan bertepatan dengan bulan suciRamadhan 1447 Hijriah. Suasana khidmat mewarnai acara tersebut dengan harapan dapur gizi ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Dengan beroperasinya dapur gizi ke-5 di wilayah Kenari, Senen, diharapkan pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat semakin luas dan merata, sekaligus memperkuat komitmen berbagai pihak dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *