Jakarta – Budayantara.tv Gerakan Pangan Murah (GPM) yang merupakan program Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan hadir di “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada 13 sampai 22 Februari 2026.
Kehadiran GPM di “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” merupakan kerjasama Bapanas, Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) dan RedNews. Sebelumnya, tahun 2025, GPM sukses digelar JPKP dan Bapanas di Kota Bekasi dan Jakarta Timur.
“Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” digelar di Alun-Alun Ponorogo, untuk menyambut bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, yang diperkirakan jatuh 18 Februari 2026 M. Kegiatan utama adalah GPM, gelar bazar murah dan kuliner, pentas seni tradisional dan pelajar serta bintang tamu Cak Sodik dan Dalang Poer.
Ketua Umum JPKP, Maret Samuel Suaken, mengatakan, kepastian kehadiran KGP di arena “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” setelah JPKP dan Bapanas mengadakan zoom meeting pada Kamis, 5 Februari 2026.
GPM yang digelar untuk menyambut bulan Ramadhan dan selama Ramadhan menjadi angin segar bagi masyarakat. “Pasar murah ini bertujuan untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Ramadhan,” kata Maret Samuel Suaken.
GPM yang berada di lokasi strategis, yaitu Alun-Alun Ponorogo, ini menawarkan berbagai bahan pokok dengan harga murah. “Kegiatan ini menawarkan berbagai bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan harga di pasar tradisional,” ujarnya.
Maret Samuel Suaken juga menjelaskan pentingnya kolaborasi dalam menyediakan pangan berkualitas. Karena itu dia mengajak Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan ini demi kesejahteraan bersama.
Pembukaan “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” akan dilangsungkan Jumat, 13 Februari 2026, pukul 16.00 WIB, sekaligus kenduri menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Plt Bupati Ponorogo, menurut Prayudi Bahagio Rahmad Widi (Pemimpin Umum/Penanggung Jawab RedNews), sudah berkenan hadir untuk membuka event ini.
Saat pembukaan akan dikirab gunungan apem ke tengah alun-alun. Setelah sambutan dan doa gunungan apem dapat dinikmati bersama-sama. Istimewanya, apem yang dikirab merupakan apem khas Ponorogo, yaitu berbentuk kerucut dan dibungkus daun nangka.
“Event ini sekaligus melestarikan apem khas Ponorogo, berbentuk kerucut dan dibungkus daun nangka. Selama ini apem yang dijual dan banyak dibuat bentuknya pipih dan dibungkus plastik,” ujar Prayudi.
Kegiatan utama “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” selama 10 hari adalah bazar UMKM dan kuliner, pentas reog SMPN 4 Kauman, MAN 1 dan 2, MTsN 2 Ponorogo, Sanggar Dapur Seni Probo Wengker, pentas musik religi bersama Cak Sodik dan Dalang Poer, serta jaran thek. Tidak ketinggalan pentas musik jadul.
“Pasti yang tidak kalah menariknya adalah wahana dinosaurus show,” tandas Prayudi.(*)




