Banten – Budayantara.tv Upaya pelestarian sejarah dan penegasan garis keturunan tokoh adat kembali dilakukan oleh Lembaga Pemangku Adat Jayakarta. Bertempat di kawasan makam Ki Buyut Ketengahan yang dikenal juga sebagai Pangeran Kawisa Adimerta / Pangeran Ratu Jayakarta IV / Wijaya Krama III dipasang plang silsilah resmi serta dilakukan perbaikan plang nama untuk memberikan informasi sejarah yang akurat kepada masyarakat dan para peziarah.
Pangeran Kawisa Adimerta merupakan bagian penting dari trah bangsawan Banten dan Jayakarta. Beliau masih terkait dalam garis keturunan Sultan Maulana Hasanuddin dan Al Hajj Fatahillah melalui jalur pernikahan Ratu Ayu Pembayun Fatimah dengan Pangeran Wijaya Kusuma. Dari pasangan ini lahir Ratu Ayu Gede Inten, yang kemudian menikah dengan Pangeran Kawisa Adimerta bin Ki Juru Martani (Kibuyut). Dari keturunan tersebut lahirlah Raden Mertakusuma serta Ratu Ayu Sari Mertakusuma, yang kemudian menikah dengan Sultan Banten V, Ma’ali Ahmad, hingga meneruskan garis keturunan yang kemudian melahirkan Sultan Ageng Tirtayasa.
Pemasangan plang silsilah ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sejarah kepada masyarakat agar mengetahui jejak trah Ki Buyut secara utuh. Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mencegah klaim sepihak dari oknum yang mengaku sebagai keturunan serta berusaha menguasai area makam.Kamis (4/12/2025).

Lembaga Pemangku Adat Jayakarta bersama Laskar Banten bergerak cepat dalam pemasangan plang tersebut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pangeran Abi, yang juga merupakan trah dari garis Ki Buyut. Mereka juga melaporkan upaya pelestarian dan penertiban wilayah makam kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Banten.
“Alhamdulillah laporan kami diterima dengan baik oleh pihak dinas. Langkah ini penting untuk menjaga keaslian sejarah dan melindungi situs makam dari upaya penguasaan lahan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Pangeran Abi.
Saat ini makam Ki Buyut sudah berada dalam pengawasan resmi Laskar Banten bersama Lembaga Pemangku Adat Jayakarta. Keduanya berkomitmen menjaga, merawat, serta memastikan situs sejarah ini tetap menjadi sumber pengetahuan dan warisan budaya bagi generasi mendatang.**




