Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Film “Nia” Resmi Tayang Mulai Hari Ini,Harapan Sutradara untuk Antusiasme Penonton
News

Film “Nia” Resmi Tayang Mulai Hari Ini,Harapan Sutradara untuk Antusiasme Penonton

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama4 Desember 20252 menit baca
Film “Nia” Resmi Tayang Mulai Hari Ini,Harapan Sutradara untuk Antusiasme Penonton - Budayantara TV

Jakarta, — Budayantara.tv Film Nia akhirnya resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai hari ini, Kamis (4/12/2025). Film drama yang digarap oleh dua sutradara, Aditya Gumay dan Ronny Mepet, ini menjadi salah satu karya lokal yang paling dinanti di akhir tahun. Selain menyutradarai, Aditya Gumay juga turut menulis naskah film yang diangkat dari kisah nyata ini.

Nia dibintangi oleh Syakira Humaira, Qya Ditra, Helsi Herlinda, Zainal Chaniago, serta sejumlah aktor dan aktris lain. Deretan pemeran ini diharapkan mampu menghadirkan kedalaman emosi yang kuat, sejalan dengan kisah menyayat hati yang ditampilkan.

Diangkat dari Tragedi Nyata di Padang Pariaman

Film ini mengangkat kisah hidup Nia Kurnia Sari, gadis 18 tahun yang tinggal di Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Nia dikenal sebagai remaja sholehah, rajin, dan berjuang keras membantu perekonomian keluarga dengan berjualan gorengan setiap hari.

Setelah orang tuanya bercerai, ia menjadi tulang punggung keluarga. Sang ibu, Eli, menderita penyakit tiroid dan tidak mampu bekerja. Nia juga harus mengurus kakaknya Rini dan adiknya Mayang, yang masih kecil dan sangat bergantung padanya. Sementara ayah mereka, Asril, tinggal di Dumai bersama putra lain dari pernikahan sebelumnya.

Namun pada suatu sore saat hujan, sepulang berjualan melewati jalan sepi di tepi hutan jalur yang biasa ia lalui Nia mengalami tragedi mengerikan. Ia diserang oleh Andri, pemuda pengangguran dan residivis dari kampung sebelah. Nia dibekap, dibunuh, lalu diperkosa sebelum jasadnya dikubur di tepi sungai irigasi. Keesokan harinya warga geger setelah mengetahui hilangnya Nia.

Kisah ini memicu duka mendalam dan kemarahan masyarakat setempat. Film “Nia” mencoba menghadirkan kembali kisah tersebut dengan pendekatan dramatis, sekaligus mengingatkan publik tentang pentingnya keamanan perempuan dan kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar.

Harapan Sutradara untuk Antusiasme Penonton

Sutradara Ronny Mepet berharap film ini dapat menyedot perhatian besar di hari pertama penayangan.

“Semoga box office untuk film Nia,” ujar Ronny Mepet, yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Penyutradaraan Persatuan Karyawan Film dan Televisi (KFT) Indonesia, saat dihubungi Budayantara Media, Kamis (4/12/2025).

Menurut Ronny, film ini tidak hanya menyajikan drama yang kuat, tetapi juga membawa pesan moral dan sosial yang penting untuk direnungkan masyarakat.

Dengan menggabungkan kisah nyata tragis, akting penuh emosi, serta penggarapan sinematis yang menyentuh, “Nia” digadang-gadang menjadi salah satu film drama Indonesia paling berkesan di penghujung 2025.**

Film Nia Ronny Mepet
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber