Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Abah Dulhani: Penjaga Adat Kasepuhan Cibarani yang Tak Lekang oleh Zaman
Icon News

Abah Dulhani: Penjaga Adat Kasepuhan Cibarani yang Tak Lekang oleh Zaman

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama11 Oktober 20252 menit baca📍 Banten
Abah Dulhani: Penjaga Adat Kasepuhan Cibarani yang Tak Lekang oleh Zaman - Budayantara TV

Banten – Budayantara.tv. Di tengah derasnya arus modernisasi dan pengaruh teknologi, Abah Dulhani berdiri teguh menjaga warisan leluhur di Kasepuhan Cibarani. Sebagai pemimpin adat yang disegani, Abah Dulhani menjadi simbol keteguhan dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun dari para Bapak Kolot.

Kasepuhan Cibarani merupakan bagian dari komunitas adat Banten Kidul, yang hingga kini masih mempertahankan bahasa Sunda sebagai bahasa utama dalam komunikasi sehari-hari. Meskipun telah terjadi sedikit perubahan karena interaksi dengan teknologi, nilai-nilai dan ajaran leluhur tetap dijaga utuh.

Warisan Leluhur dari Parung Kujang

Sejarah panjang Kasepuhan Cibarani ditelusuri dari keturunan Parung Kujang, yang dimulai dari tokoh-tokoh seperti Ki H.Abdul Patah, Ki Ukam, hingga Ki Mainten. Mereka hidup sebelum masa penjajahan Belanda, membawa ajaran adat yang kini diteruskan oleh para incu-putu (keturunan).

Salah satu tradisi penting yang tetap dilaksanakan adalah Ruwah Mulud, yang diadakan pada tujuh tanggal sakral, termasuk tanggal 12 Ruwah di Kampung Cisaat dan 27 Mulud di Sindang Agung. Dalam ritual ini, keturunan Parung Kujang berkumpul untuk mengenang sejarah dan memperkuat ikatan budaya. Uniknya, sejarah kasepuhan ditentukan oleh tiga peran penting: tukang nyaksian (saksi sejarah), tukang ngabenerkeun (yang membenarkan), dan tukang ngalaksanakeun (pelaku sejarah).

“Cibarani berarti ‘berani karena benar’. Kami mempertahankan tradisi, seperti Ruwah Mulud dan pemotongan kerbau, sesuai amanat para kolot terdahulu. Tapi jika kerbau tidak ada, itu tidak masalah esensinya ada pada niat dan penghormatan kepada leluhur,” ujar Abah Dulhani

Harapan Terhadap Pemerintah: Budaya Lokal Harus Diutamakan

Meskipun masyarakat Kasepuhan Cibarani gigih menjaga budaya, dukungan dari pemerintah daerah masih dirasa minim. Abah Dulhani menyampaikan kekecewaannya terhadap momen-momen perayaan resmi seperti Hari Jadi Kabupaten atau Provinsi Banten yang sering kali tidak memberdayakan budaya lokal.

“Kalau ingin bicara kemajuan kebudayaan, seharusnya yang diberdayakan adalah budaya yang hidup di masyarakat. Wayang golek, angklung, jaipongan, dan tradisi lain dari masing-masing kasepuhan harus tampil dalam event-event resmi, bukan hanya hiburan modern,” tegasnya.Jumat(10/10/2025).

Menjaga Warisan, Merawat Identitas

Kini, Kasepuhan Cibarani menjadi simbol perlawanan terhadap pelupaan budaya. Abah Dulhani berharap masyarakat terus merawat warisan leluhur sebagai identitas yang tak tergantikan. Wilayah adat Kasepuhan mencakup hampir seluruh Desa Cibarani, menunjukkan betapa eratnya hubungan antara ruang hidup dan nilai-nilai adat.

Kasepuhan Cibarani bukan hanya menjaga tradisi mereka merawat jiwa masyarakatnya. Dan selama masih ada tokoh-tokoh seperti Abah Dulhani, warisan ini akan terus hidup, menyala di tengah zaman yang berubah.**

Abah Jaro Dulhani Adat Kasepuhan Cibarani
📍 Banten
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber