Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Asma Nadia Hadir di Diskusi Program Kav 22: Dari Huruf ke Gambar Hidup
Lifestyle News

Asma Nadia Hadir di Diskusi Program Kav 22: Dari Huruf ke Gambar Hidup

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama6 Oktober 20253 menit baca
Asma Nadia Hadir di Diskusi Program Kav 22: Dari Huruf ke Gambar Hidup - Budayantara TV

Jakarta, – Budayantara.tv.Diskusi Program Kav 22 Episode 10 yang digelar oleh Kav 22 bersama Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT) menghadirkan sosok inspiratif, Asma Nadia, penulis novel Indonesia. Acara yang dipandu oleh Budi Soemarsono dan Sintia ini berlangsung di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta.

Forum ini diikuti oleh berbagai pelaku dunia perfilman, termasuk produser, sutradara, dosen, guru, dan wartawan film. Hadir pula pengurus Kav 22 seperti Maruli Ara dan Ronny Mepet serta sejumlah anggota KFT Indonesia. Diskusi kali ini mengusung tema Dari Huruf ke Gambar Hidup”, membahas proses transisi karya sastra ke layar kaca dan lebar.

Asma Nadia, yang dikenal dengan karya-karyanya yang telah diadaptasi ke film seperti Emak Ingin Naik Haji, Surga yang Tak Dirindukan, hingga Jilbab Traveler, berbagi pengalaman menarik tentang bagaimana novelnya diubah menjadi skenario film.

Dalam sesi interaktif via WhatsApp, seorang peserta bernama Hendro bertanya, “Apakah alur cerita dalam novel selalu sama dengan alur film?” Asma menjawab, “Tidak selalu sama. Alur film cenderung lebih simpel. Kalau di sinetron atau series biasanya ada penambahan sub-konflik atau plot twist.”

Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan film bukan hanya soal cerita, tetapi dipengaruhi banyak faktor seperti promosi dan pemilihan pemain. “Formula box office itu bukan cuma dari novel yang bagus, tapi bagaimana cerita itu dikemas, dipromosikan, dan dimainkan dengan tepat,” jelasnya.

Asma Nadia saat ini menjabat sebagai CEO KBM for Kids dan aktif sebagai pembicara di berbagai forum kepenulisan serta penggerak Komunitas Bisa Menulis dan Forum Lingkar Pena.

Diskusi ini menambah wawasan baru tentang pentingnya kolaborasi antara dunia literasi dan perfilman dalam menghadirkan karya yang menginspirasi dan berdampak luas.

Dalam dunia perfilman Indonesia, tidak banyak penulis yang karyanya bisa menembus layar lebar dengan sukses. Namun Asma Nadia adalah pengecualian yang mencolok. Lewat diskusi Kav 22 Episode 10 bertajuk Dari Huruf ke Gambar Hidup”,penulis yang telah menelurkan puluhan novel ini membagikan rahasianya dalam menjembatani dunia sastra dan sinema.

Asma Nadia menegaskan bahwa tidak semua cerita dari novel bisa diterjemahkan langsung ke dalam film tanpa penyesuaian. “Alur dalam novel bisa sangat kompleks dan panjang, sementara film harus padat dan mudah dicerna,” ungkapnya.

Ia menyebut, dalam sinetron atau serial, biasanya justru terjadi penambahan sub-konflik agar ceritanya lebih dinamis. Namun, dalam film layar lebar, penyederhanaan alur adalah keharusan agar cerita tetap kuat tanpa membingungkan penonton.

Lebih dari Sekadar Cerita

Keberhasilan film adaptasi bukan hanya bergantung pada kualitas novel. Asma mengungkap bahwa banyak elemen lain yang memengaruhi sebuah film menjadi box office. “Mulai dari strategi promosi, kekuatan pemain, hingga timing penayangan, semua punya peran,” katanya.

Karya-karya Asma Nadia seperti Surga yang Tak Dirindukan dan Assalamualaikum Beijing!adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara penulis, produser, dan sutradara bisa menciptakan karya yang menggugah emosi penonton dan sukses di pasaran.

Literasi dan Film: Dua Dunia yang Semakin Dekat.

Forum Kav 22 menjadi wadah penting bagi para pelaku industri kreatif untuk menjalin koneksi antara dunia literasi dan film. Diskusi ini juga menjadi ruang belajar tentang bagaimana karya tulis bisa menembus batas-batas medium dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Sebagai pendiri Komunitas Bisa Menulis dan Forum Lingkar Pena, Asma Nadia tidak hanya menulis, tapi juga membangun ekosistem penulis muda yang siap mewarnai industri hiburan tanah air.**

Asma Nadia Kav 22 KFT Indonesia Penulis Novel
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber