Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Hadir di Ngaji Budaya Lesbumi, Mutiara Sani Kenang Asrul Sani dan Serukan Pelestarian Warisan Budaya
Event Icon News

Hadir di Ngaji Budaya Lesbumi, Mutiara Sani Kenang Asrul Sani dan Serukan Pelestarian Warisan Budaya

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama11 Agustus 20253 menit baca
Hadir di Ngaji Budaya Lesbumi, Mutiara Sani Kenang Asrul Sani dan Serukan Pelestarian Warisan Budaya - Budayantara TV

Jakarta,– Budayantara.tv Suasana hangat dan penuh makna menyelimuti kegiatan Ngaji Budaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung PWNU II, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (10/8/2025). Dalam kesempatan istimewa itu, hadir Mutiara Sani, istri dari mendiang sastrawan dan budayawan nasional, Asrul Sani. Kehadirannya menjadi momen yang memperdalam makna diskusi yang bertajuk pembacaan kembali jejak pendiri Lesbumi.

Acara ini menjadi ruang refleksi penting atas peran dan warisan Asrul Sani, yang dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam dinamika kebudayaan Indonesia, terutama dalam upayanya menjembatani seni dan nilai-nilai keislaman melalui Lesbumi di era 1960-an.

Mutiara, Sang Mutiara dalam Kehidupan Asrul

Dengan suara bergetar namun penuh semangat, Mutiara Sani membagikan kisah pribadinya bersama almarhum suaminya. “Saya muncul sebagai Mutiara yang betul-betul jadi mutiara untuk hidup beliau,” ujarnya, mengenang perjalanan rumah tangganya dengan Asrul Sani hingga usia 80 tahun sang suami.

Ia pun mengungkapkan bahwa keluarga besar tengah mempertimbangkan untuk memindahkan makam Asrul Sani ke lokasi yang lebih representatif, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan intelektual dan kebudayaan yang ditinggalkannya. “Ada saran dari putra saya, tapi belum saya iyakan. Insya Allah akan kami pertimbangkan dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Dari Naskah Terakhir hingga Gagasan Film Biopik

Mutiara Sani juga mengungkapkan rencana pertunjukan naskah terakhir karya Asrul Sani yang belum pernah dipentaskan. “Insya Allah, pada bulan Desember nanti, bertepatan dengan Hari Ibu, saya bersama sutradara Nabila akan memproduksi naskah itu. Kami baru saja memulai latihan pertama,” ungkapnya, seraya memohon doa agar rencana tersebut berjalan lancar.

Tak berhenti sampai di situ, ia juga menyerukan agar Lesbumi dan NU secara lebih serius menindaklanjuti pelestarian karya-karya pendiri Lesbumi. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pembuatan film biopik Mahkamah, karya monumental Asrul Sani yang sarat nilai-nilai filosofis dan spiritual.

“Saya sangat berharap Lesbumi betul-betul bergerak. Ini jangan hanya jadi judul. Bahkan pimpinan NU pun perlu duduk bersama untuk membahas serius, apa yang harus dilakukan. Setahu saya, dana ada di pusat. Tinggal bagaimana kita dari bawah menyusun program,” tegasnya.

Pesan untuk Generasi Muda dan Harapan pada Lesbumi

Dalam kesempatan tersebut, Mutiara juga berbagi kebahagiaan bisa bertemu dengan banyak sahabat lama dan generasi muda. “Saya ini mualaf, tapi ternyata sahabat-sahabat saya semua muslim. Alhamdulillah. Saya mohon doa agar saya bisa terus membawa amanah almarhum,” ucapnya penuh haru.

Dengan penuh semangat, ia menegaskan pentingnya menjaga semangat kebudayaan Islam yang inklusif dan membumi, sebagaimana cita-cita awal pendirian Lesbumi. “Usia boleh tua, tapi semangat tidak boleh padam,” tutup Mutiara Sani disambut tepuk tangan hadirin.

Jejak Asrul Sani dalam Lesbumi

Sebagai tokoh pendiri Lesbumi, Asrul Sani memainkan peran sentral dalam meletakkan fondasi gerakan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam Nusantara. Bersama tokoh-tokoh lain seperti KH M.Jadul Maula,H.Ahmad Yusuf,Gus Baha,Gus Mumtaz ia menjadikan Lesbumi sebagai wadah penting bagi para seniman muslim untuk berkarya tanpa meninggalkan akar spiritual dan tradisi.

Kini, 100 tahun menjelang hari kelahiran Asrul Sani, suara-suara untuk memperkuat kembali misi Lesbumi semakin relevan. Kehadiran Mutiara Sani di Ngaji Budaya kali ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi panggilan untuk merumuskan langkah nyata ke depan.(Djo)

Asrul Sani Lesbumi NU Jakarta Mutiara Sani
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber